Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Februari 2025 | 19.04 WIB

5 Fakta Psikologis di Balik Melakukan Ghosting, Mulai dari Dapat Mempengaruhi Harga Diri hingga Obsesi Tinggi Memiliki Seseorang

Ilustrasi perempuan sedang di-ghosting. (Freepik) - Image

Ilustrasi perempuan sedang di-ghosting. (Freepik)

JawaPos.com – Ghosting merupakan berakhirnya komunikasi antar individu. Komunikasi akan berakhir tiba-tiba dan tidak ada diskusi tentang perpisahan sebelumnya. Ghosting adalah istilah modern dan sebagian besar digunakan di kalangan generasi muda.

Ghosting dapat memiliki banyak efek psikologis bagi kedua belah pihak dalam hubungan, baik itu romantis, platonis, atau terkait pekerjaan.

Sayangnya, orang-orang dari segala usia dapat mengklaim bahwa mereka telah berada di salah satu atau kedua ujung hubungan yang langsung memutuskan hubungan seperti ini. Melansir dari laman Online Psychology Degree Guide, berikut 5 fakta psikologis dibalik melakukan ghosting.

1. Membutuhkan waktu beberapa hari mengetahui bahwa telah di-ghosting

Psikologi ghosting adalah topik yang menarik dengan banyak faktor. Sementara ghosting mengacu pada akhir percakapan yang tiba-tiba, mungkin butuh waktu untuk menyadari bahwa Anda sedang di-ghosting oleh seseorang.

Ini mungkin karena kita tidak akan pernah berasumsi bahwa seseorang akan memutuskan hubungan dengan kita tanpa percakapan yang tepat. Mungkin juga karena kita tidak percaya bahwa kita telah melakukan sesuatu yang membuat mereka kesal.

Ini berarti bahwa ketika seseorang tidak menanggapi pesan teks, panggilan telepon, email, dll, kita mungkin tidak segera menyadari bahwa kita sedang di-ghosting.

2. Menyakiti hati salah satu pihak

Salah satu hal penting yang bisa diambil dari psikologi ghosting adalah memahami rasa sakit di baliknya. Tidak ada cara untuk menghindari kebenaran sederhana dari masalah ini.

Ghosting menyakitkan. Dan bagi banyak orang, ghosting lebih menyakitkan daripada putus cinta biasa.

Ghosting dapat membuat seseorang merasa tidak dihormati, dibuang, dan tidak penting. Ghosting adalah bentuk penolakan yang kejam yang banyak orang tidak tahu bagaimana menghadapinya saat hal itu terjadi.

3. Mempengaruhi harga diri salah satu pihak

Ditolak secara umum memang menyakitkan, tetapi ketika seseorang memang seharusnya merasa tidak layak untuk diberi penjelasan, hal itu dapat menyakitkan dengan cara yang berbeda.

Di-ghosting dapat menyebabkan banyak emosi yang tersisa yang sekarang harus dipilah dan dicari tahu sendiri oleh seseorang.

Bagi orang yang menderita harga diri rendah atau masalah ditinggalkan, ditolak dengan cara ini dapat menjadi traumatis. Hal itu dapat memunculkan perjuangan emosional yang sudah ada.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore