Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Februari 2025 | 17.03 WIB

7 Perilaku Media Sosial yang Secara Tidak Sadar Membuat Seseorang Menjadi Haus Validasi: Apa Saja Contohnya?

Ilustrasi orang yang haus validasi di media sosial. - Image

Ilustrasi orang yang haus validasi di media sosial.

JawaPos.com - Saat ini media sosial sudah menjadi bagian hidup manusia, rasanya seperti ada yang kurang jika kita tidak mengecek akun media sosial sehari saja.

Di media sosial sendiri terdapat banyak hiburan, informasi, dan bisa update kegiatan sehari-hari dengan bebas.

Namun di samping kenikmatan yang kita rasakan, terkadang media sosial itu menjadi tempat bagi orang yang mencari persetujuan atau validasi dari orang lain atas pencapaian hidupnya.

Pujian memang terasa indah dan membuat kita semakin percaya diri, tapi jika terlalu menggantungkan hidup hanya untuk mencari validasi, maka bisa membahayakan diri sendiri.

Dilansir dari laman Small Business Bonfire pada Selasa (11/02) inilah 7 perilaku media sosial yang secara tidak sadar membuat seseorang menjadi haus validasi :

1. Terus update hal-hal kecil

Di antara kita pasti pernah terdorong ingin update tentang makanan, kegiatan belajar, atau pekerjaan sehari-hari di media sosial.

Sangat menyenangkan untuk membiarkan orang-orang masuk ke dalam hidup kita, tetapi ketika kamu update tanpa henti, itu bisa menjadi indikasi bahwa kamu haus validasi.

Sebenarnya, tidak semuanya membutuhkan penonton. Ketika kita update terus-menerus, itu bisa tampak seperti mencoba terlalu keras untuk membuktikan sesuatu bahwa seberapa produktif, menarik, atau bahkan seberapa "normal" hidup ini di mata orang lain.

2. Hapus postingan jika tidak mendapatkan like

Orang yang haus validasi biasanya cenderung berbuat seperti ini, mereka terus khawatir jika tidak ada umpan balik positif dari para pengikutnya di media sosial.

Mungkin awalnya terlihat sepele, tapi jika dipikirkan kembali, mereka tidak sadar bahwa hidupnya sudah dikendalikan oleh orang lain di media sosial.

3. Memancing pujian dengan postingan yang dramatis

Ada saatnya mereka memposting hal-hal seperti "Ugh, hari ini adalah yang terburuk..." atau "Saya kira beberapa orang tidak menghargai kejujuran."

Tidak ada detail atau konteks yang jelas hingga membuat orang lain bertanya-tanya sehingga terkesan bahwa mereka sangat dipedulikan atau bahkan dikasihani.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore