
Ilustrasi IQ rendah. (freepik.com)
JawaPos.com–Tingkat kecerdasan suatu negara sering dikaitkan dengan berbagai faktor. Seperti kualitas pendidikan, akses terhadap gizi yang baik, serta kondisi sosial dan ekonomi.
IQ atau intelligence quotient digunakan sebagai indikator untuk mengukur kemampuan kognitif seseorang dibandingkan dengan populasi umum. Berdasar data terbaru, ada beberapa negara yang memiliki rata-rata IQ paling rendah di dunia, dengan skor di bawah 70.
Faktor seperti kemiskinan, keterbatasan pendidikan, dan masalah kesehatan menjadi penyebab utama rendahnya tingkat kecerdasan di negara-negara tersebut.
Lantas, negara mana saja yang masuk dalam daftar ini? Apakah Indonesia termasuk salah satunya? Melansir Jagran Josh, Inilah 10 negara dengan rata-rata IQ paling rendah
Nepal menjadi negara dengan rata-rata IQ paling rendah di dunia. Kemiskinan yang meluas, kurangnya akses pendidikan berkualitas, serta masalah gizi menjadi faktor utama yang mempengaruhi skor IQ penduduk.
Liberia mengalami dampak dari perang saudara berkepanjangan yang menghancurkan sistem pendidikan dan layanan kesehatan. Kurangnya fasilitas sekolah dan gizi buruk juga berkontribusi pada rendahnya rata-rata IQ di negara ini.
Sama seperti Liberia, Sierra Leone juga menghadapi dampak dari konflik berkepanjangan dan wabah Ebola yang melemahkan sistem pendidikan dan kesehatan.
Sebagai salah satu negara dengan tingkat kemiskinan tinggi di Amerika Tengah, Guatemala menghadapi tantangan dalam menyediakan pendidikan berkualitas. Malnutrisi pada anak-anak juga menjadi faktor utama yang mempengaruhi perkembangan kognitif.
Negara kecil di Afrika Barat ini memiliki sistem pendidikan yang masih tertinggal dan tingkat kemiskinan yang tinggi. Kurangnya fasilitas sekolah dan tenaga pengajar yang berkualitas menjadi kendala besar.
Nicaragua adalah negara Amerika Tengah yang masih menghadapi kesenjangan pendidikan, terutama di daerah pedesaan. Kemiskinan dan kurangnya akses ke sumber daya pendidikan mempengaruhi tingkat kecerdasan penduduknya.
Guinea memiliki tingkat kemiskinan yang sangat tinggi, dengan akses terbatas ke pendidikan dan layanan kesehatan yang memadai. Kondisi ini berdampak langsung pada perkembangan kognitif generasi mudanya.
Meskipun Ghana mengalami pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir, tantangan dalam sistem pendidikan dan kesehatan masih menjadi hambatan bagi peningkatan kualitas SDM di negara ini.
Kurangnya investasi dalam pendidikan dan masih tingginya angka kemiskinan menjadi alasan utama mengapa rata-rata IQ di negara ini tergolong rendah.
Sebagai negara yang masih berjuang setelah konflik berkepanjangan, South Sudan menghadapi banyak tantangan, termasuk dalam sistem pendidikan dan kesehatan, yang berpengaruh pada tingkat kecerdasan penduduknya.
Apakah Indonesia Termasuk?

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
