
Ilustrasi pekerja menderita Work Related Stress Disorder (freepik)
JawaPos.com - Work Related Stress Disorder (WRSD) menjadi salah satu isu penting yang harus diperhatikan di dunia kerja saat ini. Kondisi ini merujuk pada stres berkepanjangan akibat beban pekerjaan yang berat, yang bisa mempengaruhi kesejahteraan mental dan fisik karyawan.
Dampaknya tidak hanya terasa bagi individu, tetapi juga bagi perusahaan yang dapat mengalami penurunan produktivitas akibat gangguan ini. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan menangani WRSD agar lingkungan kerja tetap sehat dan produktif.
Melansir penuturan Octavian Vasiliu dalam hasil penelitiannya melalui ResearchGate.net, Sabtu, (8/2), Work Related Stress Disorder (WRSD) merupakan sindrom kelelahan ekstrem akibat tekanan pekerjaan yang biasanya banyak dialami oleh tenaga kerja medis. Namun, seiring berjalannya waktu, WRSD mulai melanda sebagian besar pekerja di dunia.
Bahkan, menurut artikel dari Indus Health Plus, sekitar 46% tenaga kerja di India diketahui menderita kondisi ini. Lalu, apa yang sebenarnya menjadi penyebab terjadinya WRSD di dunia kerja?
Penyebab Terjadinya Work Related Stress Disorder
Mengutip kembali penjelasan dari Indus Health Plus beberapa faktor utama yang dapat memicu Work Related Stress Disorder (WRSD) di dunia kerja adalah kurangnya kontrol atas aktivitas di tempat kerja. Ketika karyawan tidak diberikan fleksibilitas untuk mengatur jadwal atau menyusun ruang kerja mereka sesuai kenyamanan, stres akan mudah muncul.
Selain itu, ketidakpastian mengenai jaminan pekerjaan dan kondisi yang tidak stabil juga dapat menambah beban mental karyawan. Bahkan rasa tidak aman tentang masa depan pekerjaan sering kali memicu kecemasan dan stres, yang akhirnya bisa menyebabkan peningkatan angka pengunduran diri di perusahaan.
Tidak hanya itu, karyawan yang merasa tidak dihargai atau diakui atas usaha dan kontribusinya akan merasa semakin tertekan, karena kurangnya penghargaan membuat mereka merasa tidak dihargai. Adapun faktor lain yang memengaruhinya yaitu persaingan yang tidak sehat atau politik kantor yang sering terjadi di banyak organisasi.
Ketika karyawan terpaksa terlibat dalam "permainan politik" demi mencapai posisi tertentu, atau menghadapi persaingan yang tidak adil, kondisi ini dapat merusak mental dan emosi mereka. Ditambah lagi, jam kerja yang panjang dan tuntutan yang tidak realistis semakin memperburuk tekanan yang mereka alami, menyebabkan kelelahan fisik dan emosional yang dapat berkembang menjadi WRSD.
Bagaimana Tanda Seseorang Mengalami Work Related Stress Disorder?
Bagi mereka yang mengalami Work Related Stress Disorder (WRSD), menurut Indus Health Plus beberapa gejala fisik awal yang perlu diwaspadai antara lain adalah sakit kepala, kelelahan, hingga gangguan tidur seperti insomnia. Gejala-gejala ini menunjukkan bahwa tubuh sudah mulai menunjukkan tanda kelelahan ekstrem dan membutuhkan perhatian lebih.
Tidak jarang, karyawan yang terkena WRSD juga mengalami penurunan berat badan atau bahkan penambahan berat badan, serta rasa sesak nafas atau kejang otot yang semakin sering terjadi. WRSD tidak hanya mempengaruhi tubuh, tetapi juga kesehatan mental seseorang. Karyawan yang mengalami gangguan ini sering kali merasa gelisah, cemas, dan sulit mengambil keputusan yang tepat.
Perubahan mood yang drastis seperti kemarahan, hingga penurunan minat dalam pekerjaan atau aktivitas sosial sering kali terjadi, dan perilaku mereka dapat mencerminkan perubahan tersebut, seperti kehilangan nafsu makan, kecenderungan untuk merokok atau mengonsumsi alkohol, serta ketidaktertarikan dalam hubungan personal atau profesional dan puncaknya karyawan yang menderita WRSD bisa merasa kehilangan percaya diri hingga merasa terasingkan.
Menurut Octavian Vasiliu, dalam penelitiannya yang tercatat di ResearchGate.net, WRSD tidak hanya melibatkan sindrom burnout pada umumnya, tetapi juga dapat mencakup gangguan kecemasan, depresi berat, dan gangguan stres pascatrauma. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan dan pekerja untuk saling memperhatikan kesejahteraan fisik, mental, dan emosional agar kondisi ini tidak semakin meluas.
Pentingnya Penanganan Work Related Stress Disorder di Dunia Kerja

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
