Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Februari 2025 | 02.09 WIB

Psikologi Berpakaian: Orang yang Suka Memakai Baju Sama Setiap Hari Biasanya Memiliki 8 Ciri Ini

Ilustrasi orang yang selalu berpakaian sama setiap hari (Freepik/halayalex) - Image

Ilustrasi orang yang selalu berpakaian sama setiap hari (Freepik/halayalex)

JawaPos.com – Pernahkah kamu memperhatikan bahwa beberapa orang cenderung memakai baju yang sama atau serupa setiap hari?

Kebiasaan ini bukan sekadar karena malas memilih pakaian, tetapi bisa dipengaruhi oleh berbagai alasan, mulai dari kenyamanan, efisiensi, hingga preferensi gaya hidup.

Beberapa tokoh terkenal, seperti Steve Jobs dan Mark Zuckerberg, bahkan dikenal dengan gaya berpakaian yang konsisten sebagai strategi untuk mengurangi keputusan sepele dalam keseharian mereka.

Lalu, apa sebenarnya alasan di balik kebiasaan ini, dan mengapa banyak orang merasa nyaman dengan pakaian yang itu-itu saja?

Dilansir dari Small Business Bonfire pada Rabu (5/2), berikut 8 ciri orang memilih memakai baju yang sama setiap hari.

  1. Kelelahan dalam mengambil keputusan

Kita semua memiliki energi mental yang terbatas setiap harinya, dan energi tersebut akan terkuras setiap kali kita membuat keputusan. Hal ini dikenal sebagai kelelahan dalam mengambil keputusan.

Beberapa orang, seperti Mark Zuckerberg atau Steve Jobs, telah menemukan cara cerdas untuk mengurangi jumlah keputusan yang harus mereka buat dalam sehari yakni, mereka memakai baju yang sama setiap hari.

Dengan menghilangkan kebutuhan untuk memutuskan apa yang akan dikenakan setiap pagi, mereka menyimpan energi mentalnya untuk keputusan yang lebih penting di tempat kerja.

Ini adalah cara cerdas yang digunakan oleh beberapa orang terpintar di dunia. Namun, ini bukan hanya tentang memakai pakaian yang sama.

Tetapi ini tentang menyederhanakan semua aspek kehidupan untuk berfokus pada apa yang benar-benar penting.

  1. Pola pikir minimalis

Pola pikir minimalis sering kali mencerminkan keinginan untuk menghilangkan kebisingan dan berfokus pada hal-hal penting.

Orang-orang yang mengadopsi pendekatan ini pada lemari pakaiannya cenderung percaya bahwa lebih sedikit itu lebih baik, tidak hanya pada apa yang mereka kenakan tetapi juga pada cara mereka hidup.

Mereka tidak tertarik mengikuti tren atau mengumpulkan barang-barang yang tidak dibutuhkan.

Sebaliknya, mereka lebih suka berinvestasi pada barang-barang yang tidak lekang oleh waktu, dapat diandalkan, dan sesuai dengan nilai-nilainya.

  1. Kepercayaan diri terhadap identitas

Orang-orang ini tahu siapa mereka, dan mereka tidak merasa perlu mengekspresikan diri melalui tren mode yang terus berubah.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore