Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Februari 2025 | 21.37 WIB

Mau Anak Punya Empati Tinggi? Ini 7 Cara Seru yang Bisa Dilakukan Orang Tua untuk Mengajarkan Kepedulian!

Ilustrasi orang tua mengajarkan empati kepada anak (freepik) - Image

Ilustrasi orang tua mengajarkan empati kepada anak (freepik)

JawaPos.com - Memiliki anak dengan empati tinggi tentunya menjadi dambaan banyak orang tua. Empati adalah salah satu kualitas yang sangat penting dalam kehidupan sosial anak, karena membantu mereka memahami dan merasakan apa yang dirasakan orang lain sangat penting sehingga anak memiliki rasa kepedulian yang tinggi. 

Mengutip penuturan Gwen Dewar, Ph.D., seorang peneliti keluarga dalam artikel Parenting Science, mengatakan bahwa bagi sebagian orang, mengajarkan anak untuk berempati mungkin terdengar aneh. Hal ini karena, pada pandangan banyak orang, anak masih terlalu dini untuk memahami konsep kepedulian emosional. 

Padahal, menurut Gwen, empati itu bukanlah sesuatu yang langsung dipahami oleh anak. Empati adalah keterampilan yang perlu diajarkan, bukan hanya sifat bawaan yang dimiliki sebagian orang sejak lahir dan tidak dimiliki sebagian lainnya.

“Jika Anda menganggap empati sebagai sesuatu yang dimiliki atau tidak dimiliki sejak lahir, maka mungkin Anda akan merasa aneh mengajarkannya. Namun, empati bukan hanya satu keterampilan yang muncul begitu saja, melainkan hasil dari tiga proses berbeda: afektif, kognitif, dan empatik,” jelas Gwen.Selasa, (4/2) Hal ini menunjukkan bahwa untuk mengajarkan anak memiliki empati, orang tua perlu melibatkan banyak pendekatan, bukan hanya mengandalkan pemahaman anak yang muncul dengan sendirinya.

Untuk itu, Sarah Conway, seorang psikolog dan pendiri Mindful Little Minds, berbagi 7 cara seru yang bisa dilakukan orang tua untuk mengajarkan anak tentang kepedulian. Dengan pendekatan yang menyenangkan, anak bisa belajar untuk lebih peka terhadap perasaan orang lain, sehingga tumbuh menjadi pribadi yang penuh empati.

1. Labelkan Emosi Anak untuk Memahami Perasaan
Sebelum anak dapat memahami perasaan orang lain, mereka perlu mengenali dan memahami perasaan mereka sendiri. Salah satu langkah awal yang dapat membantu anak berkembang secara emosional adalah dengan mengenali perasaan yang mereka alami. Orang tua dapat memberikan kata-kata yang tepat agar anak tahu bagaimana menyebut perasaan yang sedang mereka rasakan, yang juga membantu mereka memahami perasaan orang lain. Misalnya, "Mama lihat kamu lagi ngambek, ya? Apakah kamu merasa marah karena Mama bilang tidak ada kue lagi?"

2. Terima Emosi Anak sebagai Langkah Awal Menumbuhkan Empati
Mengajarkan anak untuk peduli pada perasaan orang lain dimulai dengan menerima perasaan mereka sendiri. Saat anak menunjukkan perasaan, orang tua harus menerima tanpa menghakimi, meskipun kadang perasaan mereka terkesan sepele. Ini memberikan anak rasa aman untuk mengenal emosi mereka dan belajar untuk menghargai perasaan orang lain. Misalnya, "Tidak apa-apa merasa khawatir, kok. Mama juga sering merasa khawatir saat mencoba hal baru."

3. Diskusikan Perasaan Anda untuk Memberikan Contoh Empati
Sebagai orang tua, kita juga bisa membuka diri dengan berbicara tentang perasaan kita, sehingga anak belajar bagaimana mengelola emosi mereka sendiri. Ini tidak hanya membantu anak memahami perasaan mereka, tapi juga menunjukkan bahwa emosi adalah sesuatu yang bisa dikelola dengan bijak. Misalnya, "Mama sedang merasa kesal, nih. Mama akan tarik napas dalam-dalam supaya lebih tenang."

4. Bacakan Buku tentang Emosi untuk Memahami Orang Lain
Membaca buku dengan tema perasaan sangat membantu anak dalam mengenali dan memahami emosi. Buku-buku cerita adalah alat yang efektif untuk mengajarkan anak bagaimana tokoh cerita merasa dan bagaimana mereka bisa merespons perasaan tersebut. Ini memberi anak kesempatan untuk berpikir tentang cara merespons situasi serupa dalam kehidupan mereka. Misalnya, "Di cerita ini, ada anak yang tidak punya teman waktu makan siang. Menurut kamu, bagaimana perasaan dia? Kalau kamu di sana, apa yang bisa kamu lakukan agar dia merasa diterima?"

5. Gunakan Hubungan dengan Teman atau Saudara untuk Belajar Peduli
Hubungan teman sebaya dan saudara adalah tempat yang baik untuk anak-anak mempraktikkan perasaan empati. Di hubungan ini, anak bisa belajar bagaimana saling menghargai dan memahami perasaan orang lain dengan cara yang lebih setara. Namun, penting untuk menghindari rasa malu atau menyalahkan anak jika terjadi konflik. Misalnya, "Kamu pasti marah banget sampai memukul kakak, ya? Apa yang bisa kamu lakukan untuk membuat dia merasa aman lagi?"

6. Ajarkan Batasan kepada Anak untuk Memahami Perasaan Orang Lain
Mengajarkan anak untuk peduli juga berarti mengajarkan mereka tentang batasan – baik batasan mereka sendiri maupun orang lain. Menyadari pentingnya menghormati batasan ini membantu anak memahami bahwa empati tidak berarti mengabaikan diri mereka sendiri. Ajarkan anak untuk berkata tidak jika mereka merasa tidak nyaman dan untuk selalu menghargai perasaan orang lain. Misalnya, "Kamu mau cium nenek, peluk, atau high-five aja?"

7. Tunjukkan Empati untuk Membantu Anak Mengembangkan Kepedulian
Cara terbaik untuk mengajarkan anak tentang empati adalah dengan memberi contoh melalui tindakan kita sehari-hari. Ketika anak melihat orang tua mereka merespons dengan empati, mereka akan meniru sikap tersebut. Anak akan merasa lebih mudah mengerti apa itu empati ketika mereka merasakannya langsung dalam interaksi dengan orang tua. Misalnya, "Aku tahu ini sulit karena kamu tidak mendapatkan apa yang kamu inginkan. Aku juga merasa begitu. Tapi Mama di sini, kalau kamu siap untuk pelukan."

Menambahkan pendapat dari Gwen Dewar, selain ketujuh cara tersebut, yang tak kalah penting adalah, untuk dapat mengambil perspektif orang lain, anak perlu memahami tujuan, keinginan, dan pengalaman orang tersebut. Mereka juga perlu belajar mengenali apa yang benar-benar dibutuhkan orang lain, dan merasa bahwa individu tersebut layak mendapat perhatian.

Mengajarkan empati pada anak bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Sebagai orang tua, penting untuk menyadari bahwa cara kita mengajarkan kepedulian dapat membentuk karakter mereka untuk menjadi individu yang lebih sensitif terhadap perasaan orang lain. Anak yang dibimbing untuk memahami perasaan diri sendiri dan orang lain akan tumbuh menjadi pribadi dengan empati tinggi.

Dengan usaha yang konsisten, anak akan belajar untuk selalu peduli dan menghargai orang di sekitar mereka. Menerapkan cara-cara seru ini dapat menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang lebih bijaksana dan penuh empati. Mengajarkan anak untuk berempati sejak dini akan membawa manfaat jangka panjang, baik dalam hubungan sosial maupun kehidupan mereka secara keseluruhan.***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore