
Ilustrasi Suplemen. (Freepik)
JawaPos.com – Penuaan adalah perjalanan alami yang akan dilalui setiap individu. Namun, cara kita menjalani proses ini bisa sangat berbeda.
Siapa yang tidak ingin menjalani hidup yang panjang dan sehat? Di tengah kesibukan dan tuntutan kehidupan modern, menjaga kesehatan menjadi kunci untuk meraih impian tersebut.
Dalam pencarian untuk memperlambat proses penuaan, banyak orang beralih ke suplemen kesehatan yang menjanjikan berbagai manfaat, dari memperkuat tulang hingga meningkatkan energi.
Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua suplemen diciptakan sama. Meskipun beberapa bisa menjadi sekutu dalam perjalanan menuju kesehatan yang lebih baik, ada juga yang dapat membawa risiko jika tidak digunakan dengan bijak.
Dalam dunia biohacking yang semakin berkembang, kita dituntut untuk lebih cerdas dalam memilih apa yang kita konsumsi. Menggabungkan pola makan seimbang, olahraga teratur, dan kebiasaan hidup sehat adalah fondasi utama untuk mencapai penuaan yang anggun.
Melansir dari laman Times of India, ada 4 suplemen yang sebaiknya dihindari demi kesehatan yang optimal dan umur panjang. Dengan mengetahui ini, kita dapat membuat pilihan yang lebih baik untuk masa depan kita
Zat besi merupakan mineral yang sangat penting bagi tubuh, berfungsi dalam pembentukan sel darah merah dan transportasi oksigen.
Namun, mengonsumsi suplemen zat besi tanpa rekomendasi medis bisa berbahaya. Kelebihan zat besi dapat mengakibatkan efek samping yang serius, seperti:
Jika tidak mengalami kekurangan zat besi, lebih baik memperoleh zat besi dari makanan seperti daging merah dan unggas.
Selain itu juga dengan menjaga pola makan yang seimbang dan memperhatikan kebutuhan nutrisi, kita dapat menjaga kesehatan secara optimal dan menghindari potensi risiko yang terkait dengan konsumsi suplemen.
Vitamin E berperan penting dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan. Namun, kelebihan vitamin E bisa meningkatkan kemungkinan terkena kanker prostat, terutama pada pria.
Gejala keracunan akibat vitamin E juga bisa berisiko. Oleh karena itu, lebih baik mendapatkan vitamin E dari sumber makanan seperti kacang dan sayuran berdaun hijau.
Banyak individu yang mengandalkan multivitamin untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian mereka. Namun, penelitian menunjukkan bahwa multivitamin tidak selalu berperan efektif dalam menurunkan risiko kematian.
Sebaliknya, asupan vitamin yang berlebihan dari multivitamin malah dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya masalah pada ginjal dan jantung. Sebaiknya, prioritaskan pola makan yang sehat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.
Beta-karoten adalah pigmen yang memberikan warna pada sayuran dan diubah oleh tubuh menjadi vitamin A.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
