
Konsumsi makanan bergizi dan seimbang adalah salah satu cara menjaga daya tahan tubuh. (freepik)
JawaPos.com–Penerapan pola makan sehat dan bergizi serta olahraga rutin merupakan kunci untuk meningkatkan imunitas tubuh menurut peneliti.
Peneliti utama HDI Propoelix™ Dr. H. Harli Amir Mahmudji, Sp.PD-KEMD dalam konferensi pers hasil penelitian klinis tentang suplemen Propoelix di Jakarta Pusat, Sabtu (7/3), menyampaikan pentingnya penerapan pola makan bergizi seimbang dalam upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh.
”Makanan bergizi itu bersifat individual, sangat tergantung kondisi tubuh masing-masing,” kata Harli seperti dilansir dari Antara.
Dia mengatakan, kebutuhan gizi orang bisa berbeda sesuai dengan usia dan kondisi fisik masing-masing. Anak-anak memerlukan protein dan nutrisi pendukung pertumbuhan, remaja dan dewasa harus menyesuaikan asupan protein dan lemak sesuai kebutuhan metabolisme, dan orang tua butuh nutrisi untuk menjaga massa otot dan kesehatan tulang.
Harli menyampaikan bahwa olahraga rutin juga penting untuk menjaga imunitas. Aktivitas fisik sederhana seperti berjalan kaki atau berlari kecil selama 30 menit sehari, lima kali seminggu, cukup untuk memperkuat sistem imun tubuh.
”Bukan olahraga berat seperti yang dilakukan atlet profesional, tapi aktivitas fisik yang konsisten dan sesuai kemampuan,” tutur Harli.
Dia mengatakan, olahraga bisa meningkatkan respons sel darah putih terhadap infeksi akut dan membantu menjaga keseimbangan sistem imun tubuh. Produk suplemen seperti Propoelix™ hanya berperan sebagai terapi komplementer atau adjuvan, bukan pengganti gaya hidup sehat.
Menurut dia, produk suplemen itu bisa mendukung kesiapan sel darah putih menghadapi infeksi akut. Penelitian klinis selama 30 hari pada pekerja kantoran menunjukkan pemberian suplemen tersebut dapat meningkatkan profil sel darah putih fase akut tanpa meningkatkan peradangan.
Hasil penelitian menunjukkan manfaat penggunaan produk suplemen dalam membantu menjaga sistem imun tubuh, termasuk pada pasien berpenyakit kronis dan orang dengan obesitas.
”Pada pasien kronis, sistem imun tetap seimbang dan risiko peradangan tidak meningkat,” kata Harli tentang hasil penelitian yang dilakukan selama 30 hari pada pekerja kantoran berusia 25-60 tahun, beberapa di antaranya mengalami obesitas dan diabetes.
Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan penggunaan produk suplemen tersebut membuat sel darah putih fase akut lebih siap merespons infeksi ringan, sementara profil trombosit dan neutrofil tetap stabil, dan indikator inflamasi tidak meningkat.
Menurut Harli, itu penting bagi pasien diabetes atau orang dengan obesitas yang rentan mengalami komplikasi. Namun, dia menekankan bahwa penggunaan produk suplemen hanya bisa membantu menjaga sistem imun, bukan menggantikan pengobatan standar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
