
Ilustrasi orang tua sedang mengajari anak tentang langkah-langkah menghadapi bencana alam sejak dini (freepik)
JawaPos.com - Perubahan dalam hidup, baik yang kita rencanakan maupun yang tidak terduga, umummya akan memunculkan beragam emosi. Pindah ke tempat baru, anggota keluarga baru, kehilangan, perceraian, atau sekolah baru, semuanya bisa menjadi tantangan, terutama bagi anak-anak.
Hidup tidak berubah drastis begitu saja, dan saat perubahan terjadi, kamu harus meluangkan waktu guna memproses dan mengelola emosi yang muncul akibat perubahan tersebut. Dilansir dari betterkids.education, berikut ini beberapa tips membantu anak untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.
1. Pertahankan rutinitas
Mempertahankan rutinitas bisa menjadi hal yang sulit ketika terjadi perubahan besar, seperti pindah ke tempat baru atau mulai sekolah di tempat yang baru. Menjaga rutinitas sebanyak mungkin tetap penting untuk memberikan rasa aman dan perlindungan bagi anak-anak saat mereka beradaptasi dengan perubahan tersebut.
Aktivitas yang familiar, seperti membaca cerita sebelum tidur atau menikmati camilan setelah pulang sekolah dapat memberikan kenyamanan. Membuat jadwal harian bagi anak-anak juga bisa membantu mereka memiliki ekspektasi yang jelas mengenai apa yang akan terjadi sepanjang hari, maka dapat membantu mereka merasa lebih teratur dan tenang.
2. Jalin hubungan yang positif
Ketika menghadapi perubahan, punya sistem pendukung yang kuat sangat penting. Anak-anak membutuhkan hubungan yang sehat dan penuh kepercayaan agar merasa aman saat beradaptasi dengan perubahan dalam hidup mereka. Misalnya, seorang guru yang memiliki siswa baru di kelas akan berusaha memastikan bahwa siswa tersebut merasa nyaman di lingkungan baru.
Dengan begitu, mereka bisa membangun hubungan dengan teman-temannya dan merasa percaya diri dengan kemampuan mereka berkembang di kelas. Menurut Asosiasi Psikologi Amerika, membangun hubungan dengan teman sebaya mampu memberikan dukungan sosial yang penting bagi anak-anak.
3. Meminta bantuan
Kita bisa menunjukkan kepada anak-anak bahwa meminta bantuan adalah hal yang normal dan tidak perlu merasa sendiri dalam menghadapi perubahan. Anak-anak seharusnya tahu bahwa mereka bisa mencari dukungan dari keluarga, guru, atau teman-teman mereka.
Dengan meminta bantuan, mereka tidak hanya memperkuat kemampuan mereka dalam mengatasi tantangan, namun juga membangun hubungan yang lebih kuat dengan orang lain di sekitar mereka. Tindkaan ini membantu mereka merasa lebih terhubung dan lebih siap menghadapi perubahan yang datang.
4. Buat strategi
Setelah anak-anak memahami emosi mereka, maka mereka dapat mulai menggunakan strategi untuk menenangkan diri. Sayangnya, saat kita merasa takut atau cemas, kita biasanya tidak tahu apa yang harus dilakukan dan bisa memilih strategi yang kurang efektif.
Bagi anak-anak, ini bisa berupa berdebat dengan saudara kandung atau menunda pekerjaan rumah. Anak-anak bisa lebih memahami cara mengelola emosi mereka dengan mengenali strategi yang tidak membantu dan mencari tahu strategi yang lebih efektif.
5. Menawarkan sesuatu yang kreatif

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
