Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 Januari 2025 | 20.05 WIB

Psikologi: 8 Perilaku Ini Orang Mudah Lupa dan Linglung Seiring Bertambahnya Usia, Kamu Termasuk?

Perilaku orang lupa dan linglung seiring bertambah usia menurut psikologi - Image

Perilaku orang lupa dan linglung seiring bertambah usia menurut psikologi

JawaPos.com – Seiring bertambahnya usia, perubahan dalam fungsi otak menjadi salah satu hal yang wajar terjadi. Namun, beberapa perilaku tertentu justru dapat mempercepat munculnya gejala mudah lupa dan linglung.

Dalam perspektif psikologi, pola-pola perilaku ini sering kali luput dari perhatian, meskipun dampaknya bisa cukup signifikan.

Dilansir dari geediting.com pada Minggu (26/1), diterangkan bahwa terdapat delapan perilaku yang kerap dianut oleh orang yang mudah lupa dan linglung seiring bertambahnya usia menurut Psikologi.

1. Membuat daftar sebagai alat bantu

Saat seseorang memasuki usia senja, membuat daftar menjadi kebiasaan yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan menulis daftar belanjaan, jadwal kegiatan, atau langkah-langkah menyelesaikan tugas tertentu membantu mengorganisir pikiran dan meminimalisir kelupaan.

Menariknya, proses menulis secara manual memiliki dampak positif pada ingatan, karena otak akan lebih mudah mengingat informasi yang ditulis tangan dibandingkan yang diketik. Bahkan ketika daftar tersebut hilang atau tertinggal, seringkali kita masih bisa mengingat isinya karena telah terpatri dalam memori saat menuliskannya.

2. Memanfaatkan teknologi digital

Di era digital ini, perangkat teknologi menjadi asisten pribadi yang sangat berharga bagi mereka yang mulai pelupa. Penggunaan kalender digital, aplikasi pengingat, dan perangkat lunak pencatat dapat membantu mengorganisir berbagai informasi penting seperti jadwal dokter, ulang tahun kerabat, hingga daftar kegiatan harian.

Internet juga menjadi perpustakaan raksasa yang siap memberikan jawaban atas pertanyaan yang mungkin terlupa. Meski teknologi identik dengan kaum muda, semakin banyak lansia yang mulai nyaman menggunakan smartphone dan tablet untuk menunjang aktivitas mereka.

3. Membangun rutinitas harian

Menciptakan pola kegiatan yang teratur menjadi kunci penting dalam mengatasi masalah pelupa. Kebiasaan meletakkan kunci di tempat yang sama, minum obat setelah sikat gigi, atau melakukan aktivitas tertentu di waktu yang sama setiap hari membantu otak bekerja lebih efisien.

Otak manusia dirancang untuk mengenali dan mengikuti pola, sehingga ketika sesuatu dilakukan secara berulang, tindakan tersebut akan menjadi otomatis dan tidak memerlukan pemikiran sadar. Rutinitas yang konsisten ini membantu mengurangi beban kognitif dan membuat hidup lebih terorganisir.

4. Meminta bantuan pengingat

Tidak ada salahnya meminta bantuan orang terdekat untuk mengingatkan berbagai hal penting dalam keseharian. Keluarga dan teman-teman biasanya dengan senang hati membantu mengingatkan jadwal pertemuan, acara penting, atau bahkan lokasi terakhir kali meletakkan kacamata.

Menjadi pelupa adalah bagian alami dari proses penuaan, dan orang-orang terdekat umumnya memahami hal ini dengan baik. Dukungan dari lingkungan sosial menjadi salah satu cara efektif mengatasi masalah pelupa.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore