JawaPos.com - Memang hamper semua aspek kehidupan komunikasi menjadi kuncinya. Namun, dalam situasi tertentu, diam bisa menjadi jalan terbaik. Bukan berarti bersikap rahasia atau kasar, melainkan Anda memahami kekuatan diam dalam situasi tersebut.
Dilansir JawaPos.com dari PersonalBrandingBlog pada Sabtu (25/1), berikut ini delapan situasi yang disarankan psikologi lebih baik diam dan menahan diri daripada berbicara. Selain membuat Anda terhindar dari konflik, tetapi Anda juga menjaga kedamaian tetap berlangsung.
1. Selama Pertengkaran Sengit
Pernahkah Anda berada dalam percakapan santai, namun tiba-tiba emosi memuncak, suara meninggi, tidak ada pihak yang mau mengalah, sehingga percakapan santai tersebut berubah menjadi pertengkaran sengit?
Saat seperti itulah psikologi menyarankan untuk Anda diam, karena saat marah kemampuan berpikir rasional Anda menurun sehingga kata-kata yang diucapkan cenderung bukan maksud sebenarnya, demikian dengan keputusan yang Anda buat.
Jadi, dengan memilih diam saat emosi memuncak akan memberi Anda Waktu untuk diri sendiri dan orang lain menenangkan diri serta memikirkan semuanya.
Tahukah kalau keheningan berbicara lebih keras dalam perdebatan yang sengit? Oleh sebab itu, lebih baik Anda mundur selangkah dan diam. Perilaku ini bukan berarti Anda mengakui kekalahan, namun meredakan situasi yang sedang tidak stabil.
2. Ketika Tidak Yakin dengan Faktanya
Ketika Anda berada dalam sebuah diskusi aktif dan tema yang Anda sukai, namun Anda tidak yakin dengan fakta yang Anda miliki, tidak apa-apa untuk diam. Ini bukan berarti Anda tidak memiliki pendapat, hanya saja Anda menyelamatkan diri dari berbagi informasi yang salah sekaligus menjaga kredibilitas Anda.
3. Ketika Orang Lain Berbicara
Keputusan yang tepat ketika Anda memilih diam saat orang lain berbicara. Ini berarti Anda telah bersikap hormat dan sopan sekaligus memperbesar peluang Anda untuk memeroleh pemahaman yang mendalam tentang perspektif orang tersebut.
4. Di Saat-Saat Duka atau Tragedi
Situasi selanjutnya yang disarankan oleh psikologi untuk tidak mengatakan apa-apa adalah ketika duka atau tragedi. Terlebih duka dan tragedi tersebut menimpa orang-orang terdekat Anda.
Diam akan memberikan banyak kenyamanan dan dukungan daripada kata-kata di saat demikian. Jadi, daripada berjuang menemukan kata-kata yang tepat untuk dikatakan, sekadar berada disana untuk orang yang berduka sudah berarti banyak.
5. Ketika Kata-Kata Tak Mampu Mengungkapkan Perasaan Anda
Adakalanya dalam hidup Anda berada dalam kondisi yang tidak mampu berkata-kata. Disaat itulah Anda lebih baik diam. Keheningan menjadi bentuk ekspresi yang kuat.
Keheningan membuat Anda merasakan dengan sesungguhnya dan terhubung dengan orang lain lebih mendalam. Jadi, ketika Anda merasa kata-kata tidak mampu menggambarkan perasaan Anda sesungguhnya, maka diam adalah respon yang mendalam dan bermakna.
6. Ketika Kritik yang Membangun Disalahartikan
Anda tidak pernah tahu dengan pasti apa yang ada di dalam hati seseorang. Bisa saja berlapang dada menerima segala masukan atau kritik, namun bisa juga bersikap defensif.
Bila Anda mengalami situasi tiba-tiba percakapan menjadi tidak menyenangkan setelah Anda memberikan kritik atau masukan, itu bertanda orang tersebut salah paham atau menyalahartikan kritikan atau masukan yang diberikan.
Jadi, Anda perlu menahan diri untuk tidak melakukannya. Sikap diam Anda bukan berarti setuju, melainkan mengakui bahwa diam lebih baik dilakukan daripada terjadi konflik atau kesalahpahaman.
7. Saat Anda Tergoda untuk Bergosip
Mungkin bergosip tampak tidak berbahaya pada awalnya, namun bila terus dilanjutkan, kemungkinan besar lepas kendali dapat terjadi. Tentu hal ini akan menyebabkan kesalahpahaman dan konflik.
Jadi, bila Anda tergoda untuk bergosip, lebih baik tahan keinginan Anda tersebut dan lebih baik untuk tetap diam. Sikap diam Anda tidak hanya membantu menjaga lingkungan yang positif, tetapi juga menunjukkan kepada orang lain bahwa Anda adalah seseorang yang dapat dipercaya.
8. Ketika Diam adalah Respons Terbaik
Seringkali tidak memberikan respon sama sekali adalah yang terbaik. Anda menyadari bahwa tidak setiap komentar, pertanyaan, atau situasi menuntut reaksi Anda.
Jadi, daripada memberikan respons cepat yang berpotensi besar untuk disesali kemudian, diam akan menunjukkan kedewasaan dan pengendalian diri. Bahkan ini akan menyelamatkan Anda dari konflik yang tidak perlu.
Demikianlah delapan situasi yang saran psikologi diam adalah sikap terbaik untuk dilakukan. Ingat, diam bukan berarti Anda menghindari komunikasi, melainkan memahami kapan diam lebih bermanfaat daripada kata-kata. Pepatah menyebutkan bahwa diam itu emas.***