Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Januari 2025 | 23.02 WIB

6 Cara Menangani Lingkungan Kerja yang Toxic supaya Tidak Merusak Kesehatan Mental dan Fisik

Ilustrasi bekerja (drobotdean/freepik.com) - Image

Ilustrasi bekerja (drobotdean/freepik.com)

JawaPos.com - Lingkungan kerja toxic umumnya memiliki karakteristik yang kompleks dan sulit didefinisikan. Tidak ada satu definisi tunggal yang berlaku untuk semua situasi.

Selain itu, persepsi orang terhadap lingkungan kerja juga sangat subjektif, dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, kepribadian, dan nilai-nilai yang dianut.

Apa yang dianggap sebagai lingkungan kerja yang beracun oleh seseorang, mungkin tidak dianggap demikian oleh orang lain.

Dikutip dari themuse.com, berikut beberapa cara menangani lingkungan kerja yang toxic supaya tidak merusak kesehatan mental dan fisik.

1. Pertimbangkan pilihanmu

Kamu biasanya punya dua pilihan, yakni bertahan dan menghadapi situasi yang toxic, atau pergi. Meskipun terlihat seperti pilihan yang mudah, kenyataannya mungkin kamu perlu bertahan sementara karena alasan tertentu, seperti masalah keuangan atau imigrasi, atau kurangnya pilihan lain di industri.

Perusahaanmu mungkin menawarkan keuntungan yang jarang, seperti pekerjaan jarak jauh atau tunjangan pengasuhan anak yang penting. Ini membuat keputusan menjadi lebih rumit, sehingga kamu harus mempertimbangkan pilihan dengan hati-hati sebelum melangkah lebih jauh.

2. Peroleh kembali kekuatanmu

Pengalaman bekerja di lingkungan toxic seringkali meninggalkan bekas luka emosional yang dalam. Namun, terapi dapat membantu kita mengidentifikasi pola pikir dan perilaku yang tidak sehat yang mungkin telah kita kembangkan sebagai akibat dari pengalaman tersebut.

Dengan memahami akar masalah, kita mampu mengembangkan keterampilan baru yang memungkinkan kita dalam menetapkan batasan yang lebih sehat, berkomunikasi dengan lebih efektif, dan membangun rasa percaya diri yang lebih kuat.

3. Atasi titik konflik

Bohemond menyoroti pentingnya komunikasi terbuka guna mengatasi masalah di tempat kerja. Dengan mengadakan percakapan yang mencerahkan, maka karyawan dapat mencoba memperbaiki dinamika interpersonal yang bermasalah.

Kuncinya adalah menciptakan ruang yang aman untuk dialog, di mana semua pihak bisa menyampaikan pandangan mereka tanpa merasa terancam. Dengan demikian, diharapkan dapat terjadi perubahan positif, walaupun dalam skala yang lebih kecil.

4. Tanyakan pada dirimu siapa yang bisa membantumu

Lingkungan kerja toxic bisa menciptakan tekanan psikologis yang signifikan, mendorong kita untuk melampaui batas kemampuan kita. Kita umumnya merasa bersalah atau tidak kompeten jika tidak dapat memenuhi semua tuntutan yang ada.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore