
Ilustrasi sembilan perilaku umum yang mungkin menghalangimu untuk terhubung dengan orang lain yang didukung oleh psikologi. (Pexels/José Luis Photographer)
JawaPos.com - Kita semua ingin merasa terhubung yaitu memiliki persahabatan yang terasa mudah, mendukung, dan nyata. Namun, bagi sebagian dari kita, menjalin dan mempertahankan persahabatan tidak semudah yang terlihat.
Kamu mungkin merasa seolah-olah selalu tertinggal satu langkah di belakang, bertanya-tanya mengapa koneksi datang begitu alami bagi orang lain tetapi terasa seperti perjuangan untukmu. Faktanya, terkadang hal itu bukan sekedar nasib buruk atau keadaan.
Ada kebiasaan yang orang kembangkan, seringkali tanpa disadari, yang diam-diam menghalangi mereka untuk dapat terhubung dan membentuk hubungan yang lebih dalam. Pola-pola ini menyusup pada interaksi sehingga makin sulit membangun persahabatan yang kita inginkan.
Dilansir dari Hack Spirit, terdapat sembilan perilaku umum yang mungkin menghalangimu untuk terhubung dengan orang lain yang didukung oleh psikologi.
1. Menganalisis interaksi sosial secara berlebihan
Analisis berlebihan terhadap situasi sosial merupakan sifat umum pada orang-orang yang merasa sulit berteman. Hal ini tidak selalu terlihat jelas, karena seringkali terjadi secara internal dan secara halus memengaruhi perilaku mereka.
Orang yang terlalu menganalisis mungkin terlalu banyak merenungkan percakapan atau pertemuan di masa lalu. Mereka mungkin khawatir apakah mereka mengatakan sesuatu yang salah, apakah mereka cukup lucu, atau apakah mereka memberikan kesan yang baik.
Pemikiran berlebihan yang terus menerus ini dapat terwujud dalam berbagai cara. Mereka mungkin ragu memulai percakapan, takut mengatakan hal yang salah, atau mungkin mereka terlalu khawatir tentang bagaimana orang lain menilai mereka.
Hal ini dapat mengarah pada perilaku tidak percaya diri yang dapat dianggap canggung atau angkuh.
2. Takut ditolak
Takut ditolak merupakan perilaku lain yang dapat menghambat terbentuknya persahabatan. Ketakutan ini bisa begitu besar hingga menghambat seseorang untuk mencoba menjalin koneksi.
Orang yang takut penolakan mungkin menahan diri untuk menghubungi orang lain, atau mereka mungkin menghindari acara sosial sepenuhnya untuk menyelamatkan diri dari kemungkinan malu atau kecewa.
Ketakutan ini juga dapat mengarah kepada perilaku merusak diri sendiri. Misalnya, mereka mungkin menafsirkan interaksi yang netral atau bahkan positif sebagai negatif, menduga penolakan bahkan sebelum hal itu terjadi.
Hal ini dapat menciptakan ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya, karena ketakutan dan perilaku mereka selanjutnya dapat menjauhkan orang, memperkuat keyakinan mereka bahwa mereka ditakdirkan untuk ditolak.
3. Terlalu menyenangkan

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
