
Sejarah Pemberian Angpao. (Angela Roma / Pexels)
JawaPos.com - Tahun baru Imlek semakin dekat, dan tentu saja ada satu hal yang paling ditunggu adalah angpao. Bicara soal si amplop merah berisi uang, pernahkah Anda terpikir sejarah pemberian angpao ?
Rupanya tradisi memberikan uang sudah ada sejak beberapa abad lalu. Diyakini juga, sejarah pemberian angpao awalnya bermula dari dua buah legenda Tiongkok kuno.
Penasaran tentang serba-serbi angpao yang kerap menghiasi perayaan Imlek? Simak, informasi yang telah dirangkum Jawa Pos dari National Library Board Singapore, berikut ini!
1. Legenda Cikal Bakal Angpao
Legends pertama mengisahkan tentang dewa yang mengubah diri menjadi koin. Bukan tanpa alasan, tindakan ini bertujuan untuk membantu orang tua yang ingin menyelamatkan anak mereka dari Sui si setan.
Delapan buah koin dibungkus menggunakan kertas merah, kemudian diletakan pada bawah bantal ketika malam tahun baru Imlek tiba. Dari legenda ini, akhirnya muncul kebiasaan untuk memberi uang dibalut kertas merah untuk anak.
Praktik ini disebut dengan sui gian atau uang yang menekan setan. Tapi lambat laut maknanya berganti menjadi uang yang diberikan oleh orang tua kepada anak-anak.
Selain legends tersebut, ada pula kisah tentang Kaisar Xuanzong di masa Dinasti Tang yang tengah berbahagia lantaran baru saja memiliki seorang putra. Sang kaisar memberikan jimat kepada selirnya untuk melindungi bayi, yang mana jimat itu berupa koin perak dan emas.
Setelah itu, masyarakat kemudian mengikuti praktik ini. Mereka memberikan uang kepada buah hati sebagai bentuk hadiah.
2. Sejarah Angpao Sejak Abad ke 12
Kebiasaan memberikan uang berbalut bungkusan sutra yang dalam bahasa Kanton disebut Li Shi sudah terjadi sejak era Dinasti Song di abad 12. Kala itu orang tua membagikan uang untuk anak-anak mereka.
Selain itu, uang juga diberikan kepada simpatisan yang menabuh gong serta genderang dalam rangka mengucapkan selamat tahun baru. Para budak juga menerima uang dari majikan mereka sebagai rasa terimakasih.
Seiring waktu berlalu, anak-anak mendapat 100 koin dari orang tua mereka sebagai simbol 100 tahun kehidupan. Anak biasanya akan membelanjakan koin tersebut pada malam tahun baru Imlek.
Lanjut memasuki abad ke 19, pemberian uang ini mulai menggunakan angpao atau yang biasa kita kenal dengan amplop merah. Menurut keyakinan etnis Tionghoa, hanya orang yang sudah menikah lah yang diperkenankan membagikan angpao.
3. Jumlah Uang Angpao
Memberikan Angpao di perayaan Tionghoa seperti Imlek tidak boleh sembarangan. Jumlah uangnya pun harus genap, tidak ganjil.
Alasannya, uang berjumlah ganjil erat kaitannya dengan uang belasungkawa pada momen pemakaman. Di samping itu, jumlah uang genap juga dipercaya membawa keberuntungan.
4. Sikap Saat Menerima Angpao
Ketika menerima angpao dari sanak saudara, tentu saja akan sangat bersuka cita. Namun, jika terlalu bersemangat saat menerimanya, sikap ini dinilai tidak sopan.
Sebaiknya tetap tenang sebagai cerminan pribadi berpendidikan baik. Tak lupa, setelah diberikan angpao perlu mengucap 'Gongxi Fachai' yang artinya semoga tahun baru Anda sejahtera.
Satu hal lagi, jangan langsung membuka angpao di hadapan sosok yang memberikan. Sikap ini pun dianggap tidak sopan.
Itulah serba-serbi pemberian angpao mulai dari sejarah, jumlah uang, hingga sikap terbaik saat mendapatkannya. Apakah Anda termasuk salah satu yang mendapat angpao di malam tahun baru Imlek, atau justru menjadi si pemberi angpao?
***

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
