Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Januari 2025 | 00.16 WIB

Seseorang yang Malas Namun Sukses dalam Hal Pekerjaan Akan Melakukan 5 Hal Berikut Ini

Ilustrasi orang malas namun sukses. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang malas namun sukses. (Freepik)

JawaPos.com – Ada kepercayaan umum bahwa hanya orang yang paling bersemangat dan memiliki ambisi tinggi akan mendapatkan kesuksesan.

Namun, terdapat beberapa orang malas yang menjadi sukses, Orang-orang yang disebut malas ini belum tentu tidak memiliki etos kerja atau ambisi. Mereka hanya memiliki pendekatan yang berbeda terhadap pekerjaan, dan ternyata pendekatan itu berhasil bagi mereka.

Dilansir dari laman Geediting, Berikut 5 hal yang dilakukan oleh orang malas namun mendapatkan kesuksesan.

1. Memprioritaskan tugas

Seseorang yang memiliki bakat untuk mengidentifikasi tugas mana yang akan memberikan hasil paling banyak. Alih-alih mencoba melakukan semuanya sekaligus, mereka berfokus pada apa yang benar-benar membutuhkan perhatian mereka.

Dengan cara ini, mereka dapat mengalokasikan energi mereka secara efektif. Bagi sebagian orang, ini mungkin tampak seperti kemalasan. Namun pada kenyataannya, ini adalah strategi cerdas untuk menghindari kejenuhan dan meraih lebih banyak hal dengan usaha yang lebih sedikit.

Kemampuan unik untuk memprioritaskan dan berfokus pada tugas berdampak tinggi inilah yang membedakan mereka dan membantu mereka menaiki tangga karier. Namun ingat, ini bukan alasan untuk bermalas-malasan atau mengabaikan tanggung jawab. Ini tentang kerja cerdas, bukan sekadar kerja keras.

2. Menggunakan waktu senggang dengan cara yang kreatif

Meskipun anggapan umum adalah bahwa orang-orang yang malas menghabiskan waktu luang mereka dengan bermalas-malasan, kenyataannya sangat berbeda ketika menyangkut mereka yang menaiki tangga karier.

Orang-orang ini menggunakan waktu luang mereka dengan cara-cara yang secara langsung atau tidak langsung berkontribusi pada pertumbuhan profesional mereka. Misalnya, mereka dapat menggunakan waktu ini untuk mempelajari keterampilan baru, bertukar pikiran tentang ide-ide inovatif, atau sekadar mengisi ulang baterai mental mereka.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Applied Psychology menemukan bahwa karyawan yang tidak bekerja di luar jam kerja lebih terlibat dan produktif saat kembali bekerja.

Ini bukan tentang bermalas-malasan. Melainkan, ini tentang menyadari pentingnya melepaskan diri dari pekerjaan dan menggunakan waktu itu secara produktif untuk kembali segar dan siap menghadapi tantangan baru.

Jadi, jangan remehkan kekuatan waktu senggang yang digunakan dengan baik; itu bisa menjadi senjata rahasia Anda untuk menaiki tangga karier.

3. Tahu harus berkata ‘Tidak’

Ada seni dalam mengatakan ‘tidak’ yang ternyata dikuasai oleh banyak orang ‘malas’. Ini bukan tentang menghindari pekerjaan, tetapi tentang menetapkan batasan untuk memastikan mereka dapat bekerja sebaik-baiknya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore