
Ilustrasi orang yang tidak peka (freepik/katemangostar)
JawaPos.com - Komunikasi adalah jembatan antara kita dan dunia di sekitar kita, namun terkadang, kata-kata kita dapat secara tidak sengaja menyakiti orang lain. Ini tentang menyadari bukan hanya apa yang kita katakan, tetapi bagaimana kata-kata itu diterima.
Menurut psikologi sosial, bersikap peka terhadap orang lain bukan hanya sekadar menghindari hinaan atau kata-kata kasar. Namun, juga tentang mengenali dampak potensial dari ungkapan sehari-hari kita.
Namun, bagaimana Anda tahu jika ucapan santai Anda terdengar tidak sopan? Faktanya, ada beberapa frasa umum yang kerap kita gunakan tanpa menyadari efek yang tidak diinginkan.
Dalam artikel ini, JawaPos.com telah melansir dari laman Hack Spirit, Selasa (21/1), delapan frasa yang mungkin membuat Anda dianggap tidak peka, bahkan tanpa maksud tertentu.
1. "Tenang saja, ini bukan masalah besar…"
Dalam dunia komunikasi, konteks itu penting. Saat Anda berkata, "Tenang saja, ini bukan masalah besar," Anda mungkin mencoba menenangkan seseorang atau meringankan suasana. Namun dari sudut pandang mereka, hal itu mungkin terasa meremehkan.
Ini seperti Anda meremehkan perasaan atau pengalaman mereka, menyiratkan bahwa respons mereka berlebihan atau tidak perlu. Alih-alih menenangkan, kalimat ini justru dapat meningkatkan emosi, membuat mereka merasa tidak didengarkan dan disalahpahami.
2. "Kamu terlalu sensitif…"
Pernah mendengar istilah gaslighting? Ini adalah konsep psikologis di mana seseorang meremehkan pengalaman atau perasaan orang lain, membuat mereka mempertanyakan realitas mereka sendiri.
Bila Anda melabeli seseorang sebagai terlalu sensitif, itu dapat menyiratkan bahwa reaksi atau perasaan mereka tidak valid. Pesan yang sering diterima adalah bahwa respons emosional mereka dibesar-besarkan atau tidak benar.
Hal tersebut dapat menyebabkan kebingungan dan keraguan diri. Ini adalah kasus di mana kita mungkin berpikir kita menawarkan kritik yang membangun, tetapi sebaliknya, kita secara tidak sengaja membuat orang lain merasa tidak dihargai dan diabaikan.
3. "Aku tahu persis bagaimana perasaanmu…"
Meskipun maksud di balik frasa ini sering kali adalah untuk menghibur dan berempati, terkadang frasa ini dapat dianggap lancang. Kita mungkin berpikir bahwa kita menunjukkan pengertian, tetapi nyatanya kita tidak dapat benar-benar mengetahui dengan pasti apa yang dirasakan orang lain.
Pengalaman dan emosi setiap individu bersifat unik bagi mereka. Mengaku tahu persis apa yang dirasakan orang lain dapat secara tidak sengaja mengecilkan pengalaman dan emosi unik mereka.
Hal itu dapat terlihat seolah-olah kita menyamakan pengalaman kita dengan pengalaman mereka, yang mungkin tidak sepenuhnya akurat atau adil. Sekali lagi, ini tentang menyadari kata-kata kita dan dampak potensialnya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
