
Ilustrasi gaslighting (freepik)
JawaPos.com - Jika Anda pernah menjadi korban gaslighting, Anda tahu betapa membingungkan dan meresahkannya hal itu. Gaslighting, suatu bentuk manipulasi psikologis, dapat membuat Anda mempertanyakan realitas dan kewarasan Anda sendiri.
Pelaku gaslighting tingkat tinggi sering menggunakan frasa tertentu untuk mendistorsi persepsi Anda dan memperoleh kendali. Mereka mungkin membuat Anda merasa bereaksi berlebihan, tidak mengingat sesuatu dengan benar, atau bahkan kehilangan akal.
Gaslighting bukan sekadar kebiasaan yang menyebalkan. Ini adalah bentuk serius dari kekerasan emosional. Namun, memahami frasa yang digunakan pelakunya dapat menjadi langkah pertama Anda dalam mengenali dan mengatasi perilaku berbahaya ini.
Dalam artikel ini, JawaPos.com telah melansir dari laman Hack Spirit, Senin (20/1), frasa-frasa tingkat tinggi yang seringkali digunakan oleh para pelaku gaslighting untuk mengungkap taktik manipulatif mereka.
1. "Kamu terlalu sensitif"
Pernyataan ini merupakan tindakan gaslighting klasik. Ini dirancang untuk membuat Anda mempertanyakan perasaan dan reaksi Anda sendiri, menggambarkannya sebagai berlebihan atau tidak rasional.
Misalnya, Anda mengungkapkan rasa sakit hati atas komentar sinis yang mereka buat. Alih-alih mengakui perasaan Anda dan meminta maaf, mereka mungkin akan menanggapi dengan, "Kamu terlalu sensitif".
Ini adalah taktik manipulatif yang dirancang untuk membuat Anda meragukan diri sendiri dan mempertanyakan realitas Anda sendiri. Mengenali frasa ini sebagaimana adanya dapat menjadi langkah krusial dalam menangani gaslighting secara efektif.
2. "Saya tidak ingat itu"
Frasa ini adalah alat yang halus tetapi sangat efektif yang seringkali dilakukan oleh para pelaku gaslighting. Mungkin tampak tidak berbahaya, tetapi sering digunakan untuk menciptakan keraguan tentang ingatan dan pengalaman Anda.
Misalnya Anda menyinggung kejadian masa lalu di mana tindakan pelaku gaslighting menyebabkan Anda tertekan. Alih-alih menanggapi kekhawatiran Anda, mereka mungkin hanya mengatakan bahwa mereka tidak ingat kejadian itu.
Tujuan pelaku gaslighting di sini bukan hanya untuk menghindari tanggung jawab, tetapi juga untuk mengacaukan persepsi Anda tentang realitas. Dengan melakukan ini, mereka dapat lebih mengendalikan persepsi dan perasaan Anda.
3. "Kamu bereaksi berlebihan"
Frasa umum lain yang digunakan pelaku gaslighting adalah "Kamu bereaksi berlebihan". Ini adalah cara mereka mengabaikan perasaan Anda, membuat Anda merasa seolah-olah respons emosional Anda tidak beralasan atau berlebihan.
Bayangkan Anda kesal karena pelaku gaslighting mengingkari janji. Alih-alih mengakui kekecewaan Anda, mereka mungkin berkata, "Anda bereaksi berlebihan". Frasa ini dirancang untuk meremehkan emosi Anda dan membuat Anda merasa tidak masuk akal.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
