
Kepribadian anak yang diabaikan secara emosional oleh orang tua menurut Psikologi. (freepik)
JawaPos.com – Dalam dinamika keluarga, peran orang tua sangat penting untuk memenuhi kebutuhan emosional anak. Ketika kebutuhan ini diabaikan, dampaknya tidak selalu langsung terlihat, tetapi dapat muncul di kemudian hari dalam bentuk kepribadian tertentu.
Psikologi mencatat bahwa anak yang diabaikan emosional sering kali menunjukkan pola perilaku dan ciri khas yang berbeda dari mereka yang tumbuh dengan dukungan emosional penuh.
Dilansir dari Hack Spirit pada Minggu (19/1), diterangkan bahwa terdapat tujuh ciri kepribadian anak yang pernah hidup diabaikan secara emosional oleh orang tua mereka sendiri menurut Psikologi.
Dampak dari kelalaian emosional pada masa kecil sangat terlihat dalam kesulitan seseorang untuk membangun dan mempertahankan hubungan. Mereka yang mengalami kelalaian emosional saat kecil seringkali tumbuh menjadi orang dewasa yang kesulitan memahami emosi mereka sendiri, apalagi emosi orang lain.
Kondisi ini menciptakan hambatan besar dalam membentuk ikatan yang mendalam dan bermakna dengan orang lain. Hal ini terjadi karena ketika kebutuhan emosional anak terus-menerus diabaikan, mereka tidak mendapatkan pembelajaran tentang cara mengekspresikan atau bahkan memahami perasaan mereka sendiri.
Kemandirian berlebihan seringkali muncul sebagai mekanisme pertahanan dari pengalaman kelalaian emosional masa kecil. Orang-orang dengan pengalaman ini cenderung mengembangkan kebutuhan yang kuat untuk melakukan segala sesuatu sendiri dan jarang mencari bantuan, bahkan ketika mereka benar-benar membutuhkannya.
Sifat ini bisa berkembang menjadi penghalang dalam kehidupan dewasa, di mana mereka merasa sulit untuk meminta bantuan atau bersandar pada orang lain saat diperlukan. Kondisi ini mencerminkan bukan kemandirian yang sehat, melainkan respons adaptif terhadap kurangnya dukungan emosional di masa kecil.
Perfeksionisme sering muncul sebagai mekanisme pertahanan untuk mengatasi perasaan “tidak cukup baik” yang berakar dari kelalaian emosional. Penelitian telah menemukan korelasi kuat antara kelalaian emosional masa kecil dengan perfeksionisme di masa dewasa.
Dorongan tanpa henti untuk mencapai kesempurnaan ini dapat mengakibatkan tingkat stres, kecemasan, dan bahkan depresi yang tinggi. Kondisi ini sering membuat seseorang terjebak dalam siklus pencarian kesempurnaan yang tak berkesudahan.
Penderita kelalaian emosional masa kecil sering mengalami kondisi yang disebut 'alexithymia', di mana mereka kesulitan mengidentifikasi dan mengekspresikan emosi mereka sendiri.
Kondisi ini bukan berarti mereka tidak memiliki emosi, tetapi lebih kepada kesulitan dalam memahami dan mengkomunikasikan apa yang mereka rasakan.
Terapi perilaku kognitif (CBT) dapat membantu mereka belajar mengidentifikasi dan mengekspresikan emosi dengan cara yang lebih sehat. Alexithymia dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk kesulitan dalam menjalin hubungan dan masalah kesehatan mental.
Orang yang mengalami kelalaian emosional di masa kecil sering mengembangkan ketakutan yang mendalam terhadap penolakan.
Ketakutan ini bisa muncul dalam berbagai situasi, mulai dari hal-hal sederhana seperti mengajak teman menonton film hingga hal-hal besar seperti meminta promosi di tempat kerja.
Ketakutan akan penolakan ini sering berakar dari pengalaman masa kecil di mana kebutuhan emosional mereka tidak terpenuhi. Kondisi ini dapat membuat mereka menginternalisasi keyakinan bahwa mereka tidak layak mendapatkan perhatian atau kasih sayang.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
