
Ilustrasi orang yang skeptis terhadap perubahan. (Pexels)
JawaPos.com – Dengan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman yang begitu pesat, kita sering dihadapkan pada berbagai perubahan yang mengubah cara hidup sehari-hari.
Mulai dari kebiasaan sederhana seperti cara berbelanja, hingga inovasi besar seperti teknologi AI yang kini merambah berbagai sektor. Namun, tidak semua orang mudah menerima perubahan.
Ada orang-orang dengan kepribadian unik yang menunjukkan sikap skeptis terhadap perubahan. Menurut psikologi, ini bukan hanya tentang “tidak mau berubah,” melainkan cerminan dari cara mereka memproses dunia di sekitar mereka.
Dilansir dari laman Hack Spirit pada Kamis (16/1) berikut adalah enam ciri khas orang yang skeptis terhadap perubahan.
Orang yang skeptis terhadap perubahan sering kali merasa nyaman dengan hal-hal yang sudah mereka kenal. Keakraban memberikan rasa aman, sehingga mereka lebih memilih bertahan dengan rutinitas lama daripada mencoba sesuatu yang baru.
Ini bukan berarti mereka membenci hal-hal baru, tetapi kenyamanan dan stabilitas lebih menarik bagi mereka.
Misalnya, mereka mungkin terus memesan makanan favorit di restoran yang sama selama bertahun-tahun, meski ada banyak opsi menarik lainnya.
Pernahkah anda mendengar seseorang mengajukan sederet pertanyaan sebelum mencoba hal baru? Orang dengan sifat skeptis terhadap perubahan cenderung berhati-hati.
Mereka ingin tahu alasan di balik sesuatu, memastikan semuanya masuk akal, dan meminimalkan ketidakpastian.
Meski bagi sebagian orang sikap ini terasa merepotkan, bagi mereka, ini adalah cara untuk memahami risiko dan manfaat dari perubahan tersebut.
Orang yang skeptis terhadap perubahan sering dianggap terlalu banyak berpikir. Namun, dari perspektif psikologi, ini adalah mekanisme perlindungan.
Mereka memiliki kebiasaan menganalisis setiap kemungkinan, terutama risiko negatif, sebelum memutuskan untuk menerima sesuatu yang baru.
Misalnya, saat ada teknologi baru diperkenalkan di kantor, mereka mungkin akan berpikir panjang tentang dampaknya sebelum menggunakannya. Bagi mereka, kehati-hatian lebih baik daripada menyesal di kemudian hari.
Perubahan besar sering kali membutuhkan waktu untuk dicerna, terutama bagi mereka yang skeptis terhadap perubahan. Bukan berarti mereka lamban, tetapi otak mereka bekerja lebih keras untuk memahami dampak dari perubahan tersebut.
Dalam psikologi, ini dikenal sebagai "resistansi terhadap perubahan," yang biasanya terkait dengan kebutuhan untuk merasa kontrol atas situasi. Jika anda melihat seseorang tidak langsung antusias dengan ide baru, berikan mereka waktu.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
