
ilustrasi seseorang yang memiliki hubungan jauh dengan anak-anak yang telah dewasa
JawaPos.com - Hubungan antara orangtua dan anak sering kali dipengaruhi oleh pola interaksi yang terbentuk sejak kecil.
Ketika anak-anak tumbuh dewasa, hubungan ini dapat berubah menjadi lebih dekat atau justru menjauh, tergantung pada bagaimana kedua belah pihak membangun komunikasi dan kepercayaan.
Dilansir dari Geediting pada Senin (13/1), ada sejumlah perilaku yang sering kali tanpa disadari dilakukan oleh orangtua yang akhirnya menyebabkan hubungan dengan anak-anak dewasanya menjadi renggang. Berikut delapan perilaku tersebut:
1. Terlalu Sering Mengkritik Pilihan Hidup Anak
Orangtua yang cenderung kritis terhadap keputusan anak, seperti pilihan karier, pasangan, atau gaya hidup, sering kali membuat anak merasa tidak dihargai.
Kritik yang terus-menerus, meskipun dimaksudkan untuk kebaikan, dapat menciptakan jarak emosional karena anak merasa tidak diterima apa adanya.
2. Tidak Menghormati Batas Pribadi Anak
Seiring bertambahnya usia, anak-anak membutuhkan ruang untuk mengelola hidup mereka sendiri.
Orangtua yang sering mencampuri urusan pribadi, seperti keuangan, hubungan, atau pilihan karier, tanpa persetujuan anak, dapat membuat anak merasa tidak dihormati.
Ini sering kali menjadi penyebab utama konflik yang merenggangkan hubungan.
3. Terlalu Fokus pada Diri Sendiri
Orangtua yang terus-menerus membicarakan masalah atau kebutuhannya sendiri tanpa memperhatikan perasaan dan pengalaman anak dewasa mereka dapat membuat anak merasa tidak dianggap penting.
Ketidakseimbangan ini dapat memupuskan keinginan anak untuk menjalin komunikasi yang mendalam.
4. Menggunakan Rasa Bersalah sebagai Alat Manipulasi
Beberapa orangtua tanpa sadar menggunakan rasa bersalah untuk memaksa anak menuruti keinginan mereka, seperti "Kamu tidak peduli lagi pada keluarga," atau "Ibu sudah berkorban banyak, tapi kamu malah sibuk dengan hidupmu sendiri."

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
