Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Januari 2025 | 17.14 WIB

Sering Dikira Tanda Kasih Sayang, Orang Tua yang Sulit Berkata 'Tidak' Pada Anaknya Kerap Memiliki 7 Perilaku Ini

Ilustrasi: Hubungan ibu dan anak. (freepik) - Image

Ilustrasi: Hubungan ibu dan anak. (freepik)

JawaPos.com - Setiap orang tua yang ada di dunia ini pasti sangat menyayangi anaknya, entah bagaimanapun perilaku mereka. Sehingga rasa kasih sayang dan cinta itu sering disalahartikan.

Orang tua yang selalu mengiyakan keinginan anaknya dengan landasan rasa kasih sayang, malah akan tumbuh menjadi anak yang manja dan sulit mengemban tanggung jawab saat dewasa.

Dilansir dari laman Small Biz Technology pada (11/01) sering dikira tanda kasih sayang, orang tua yang sulit berkata 'tidak' pada anaknya kerap memiliki 7 perilaku ini :

Baca Juga: 8 Ciri Orang yang Sangat Berhati-hati dengan Siapa yang Mereka Biarkan Masuk ke dalam Hidupnya, Menurut Psikologi

1. Keinginan untuk menghindari konflik

Konflik adalah bagian dari kehidupan, namun sebagian dari kita lebih menolaknya dibandingkan yang lain. Orang tua yang sulit mengatakan “tidak” kepada anaknya sering kali termasuk dalam kategori ini.

Mereka lebih memilih mengatakan “ya” walaupun seharusnya tidak demikian, hanya untuk menghindari kemarahan atau perasaan menjadi 'orang jahat'.

Namun ada satu hal yang menarik, yaitu konflik tidak selalu buruk. Ini bisa menjadi kesempatan untuk mengajarkan seorang anak pelajaran hidup yang berharga seperti kesabaran, negosiasi, dan kemampuan menangani kekecewaan.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Hewan yang Anda Lihat Pertama Kali Ungkap Ciri Kepribadian Dominan Anda

Anakmu mungkin tidak menyukainya pada awalnya, tapi mereka akan berterima kasih di kemudian hari ketika sudah lebih siap untuk menangani tantangan hidup.

2. Takut kehilangan kasih sayang anaknya

Hal ini merupakan sebuah pukulan telak banyak orang tua, yakni takut kehilangan kasih sayang atau persetujuan dari anaknya. Penting bagi kita sebagai orang tua untuk menjadi pengingat dikala mereka salah, sekecil apapun itu.

Mereka tetap menyayangi orang tuanya, meskipun kesal saat dimarahi atau dilarang melakukan perbuatan salah.

Baca Juga: Fitur Nggak Kalah dari Honda HR-V dan Hyundai Creta, Jangan Lupakan Suzuki Grand Vitara, Sekarang Harga Barunya Segini

3. Kurangnya rasa percaya diri


Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology, para peneliti menemukan bahwa orang dengan harga diri rendah sering kali kesulitan untuk menegaskan diri sendiri dalam suatu hubungan, hal ini terutama berlaku bagi orang tua.

Jika kamu tidak yakin dengan kemampuan dalam mengasuh anak, mungkin akan lebih sulit mengatakan “tidak” kepada anak. Orang tua mungkin khawatir mereka mengambil keputusan yang salah atau anak mereka tidak akan menghormatinya.

Namun pada kenyataannya, menetapkan batasan adalah bagian penting dalam mengasuh anak. Hal ini membantu anak-anak belajar menghargai dan memahami bahwa tindakan mereka mempunyai konsekuensi, sehingga tidak perlu menebak-nebak sendiri.

4. Pengalaman masa kecil di masa lalu

Pola asuh di masa lalu sering kali memengaruhi gaya pengasuhan pada anak-anak kita kelak. Jika kamu tumbuh dalam rumah tangga yang ketat di mana “tidak” adalah norma, serta kamu mungkin cenderung bersikap permisif terhadap anak sendiri.

Ini bisa menjadi cara orang tua untuk memberi mereka kebebasan yang tidak dimiliki saat tumbuh dewasa. Sebaliknya, jika orang tua jarang mengatakan “tidak” kepadanya, maka wajar jika mereka melakukan hal yang sama kepada anaknya.

Bagaimanapun, itulah yang terasa normal dan benar bagi mereka. Tapi ingat, setiap anak berbeda dan apa yang berhasil untuk mereka mungkin tidak berhasil untuk orang tua lainnya.

5. Rasa bersalah

Rasa bersalah adalah emosi yang kuat. Banyak orang tua, terutama mereka yang tidak hadir karena komitmen pekerjaan atau perceraian, terlalu memanjakan anak-anak untuk mengimbangi kekurangan yang dirasakan.

Mereka mungkin lebih sering mengatakan “ya” karena mengira hal itu akan menutupi ketidakhadiran atau kesalahan mereka. Namun, kesenangan tidak menggantikan kehadiran.

Mengatakan “tidak” ketika diperlukan tidak menjadikan mereka orang tua yang buruk. Faktanya, ini adalah bagian integral dari pola asuh yang mempersiapkan anak untuk kehidupan nyata.

6. Keinginan untuk menjadi teman anaknya

Setiap orang tua menginginkan hubungan yang kuat dan sehat dengan anak mereka, tapi beberapa orang tua melangkah lebih jauh, yakni ingin terlihat sebagai teman dan bukan figur otoritas.

Terkadang, hal paling baik dan penuh kasih sayang yang dapat dilakukan orang tua adalah mengatakan “tidak”. Dalam upaya menjaga hubungan persahabatan ini, mereka menghindari mengatakan “tidak”, karena khawatir hal itu akan menimbulkan jarak atau permusuhan.

Orang tua sering kali menyetujui tuntutan dan keinginan anaknya, meskipun itu bukan demi kepentingan terbaik mereka. Namun, penting untuk diingat bahwa sebagai orang tua, peran utamanya bukanlah menjadi teman anak, tapi membimbing, mengajar, dan terkadang mendisiplinkan mereka.

7. Kesalahpahaman tentang cinta dan kebaikan

Cinta dan kebaikan bukan tentang selalu berkata “ya”. Ini tentang mengajari anak perbedaan antara benar dan salah, membimbing mereka menuju pilihan yang baik, dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi dunia.

Terkadang, hal paling baik dan penuh kasih sayang yang dapat dilakukan orang tua adalah mengatakan “tidak”.

Merangkum dari 7 perilaku di atas, kita perlu menyadari pentingnya personal boundaries antara orang tua dan anak. Dikutip dari laman Alodokter, dengan menetapkan personal boundaries yang tegas, kamu bisa merasa lebih tenang, nyaman, dan percaya diri ketika bersosialisasi dengan siapapun.

Jika seseorang tidak menetapkan personal boundaries yang tegas, ada risiko orang lain untuk berlaku sewenang-wenang, seperti halnya anak pada orang tuanya.

Meskipun ikatan darah antara mereka itu cukup kuat, tapi batasan ini demi kebaikan bersama. Orang tua mampu menanamkan sikap tanggung jawab pada anak, sehingga dia mampu menghadapi tantangan apapun yang terjadi dalam hidupnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore