
Ilustrasi: Hubungan ibu dan anak. (freepik)
JawaPos.com - Setiap orang tua yang ada di dunia ini pasti sangat menyayangi anaknya, entah bagaimanapun perilaku mereka. Sehingga rasa kasih sayang dan cinta itu sering disalahartikan.
Orang tua yang selalu mengiyakan keinginan anaknya dengan landasan rasa kasih sayang, malah akan tumbuh menjadi anak yang manja dan sulit mengemban tanggung jawab saat dewasa.
Dilansir dari laman Small Biz Technology pada (11/01) sering dikira tanda kasih sayang, orang tua yang sulit berkata 'tidak' pada anaknya kerap memiliki 7 perilaku ini :
Baca Juga: 8 Ciri Orang yang Sangat Berhati-hati dengan Siapa yang Mereka Biarkan Masuk ke dalam Hidupnya, Menurut Psikologi
1. Keinginan untuk menghindari konflik
Konflik adalah bagian dari kehidupan, namun sebagian dari kita lebih menolaknya dibandingkan yang lain. Orang tua yang sulit mengatakan “tidak” kepada anaknya sering kali termasuk dalam kategori ini.
Mereka lebih memilih mengatakan “ya” walaupun seharusnya tidak demikian, hanya untuk menghindari kemarahan atau perasaan menjadi 'orang jahat'.
Namun ada satu hal yang menarik, yaitu konflik tidak selalu buruk. Ini bisa menjadi kesempatan untuk mengajarkan seorang anak pelajaran hidup yang berharga seperti kesabaran, negosiasi, dan kemampuan menangani kekecewaan.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Hewan yang Anda Lihat Pertama Kali Ungkap Ciri Kepribadian Dominan Anda
Anakmu mungkin tidak menyukainya pada awalnya, tapi mereka akan berterima kasih di kemudian hari ketika sudah lebih siap untuk menangani tantangan hidup.
2. Takut kehilangan kasih sayang anaknya
Hal ini merupakan sebuah pukulan telak banyak orang tua, yakni takut kehilangan kasih sayang atau persetujuan dari anaknya. Penting bagi kita sebagai orang tua untuk menjadi pengingat dikala mereka salah, sekecil apapun itu.
Mereka tetap menyayangi orang tuanya, meskipun kesal saat dimarahi atau dilarang melakukan perbuatan salah.
Baca Juga: Fitur Nggak Kalah dari Honda HR-V dan Hyundai Creta, Jangan Lupakan Suzuki Grand Vitara, Sekarang Harga Barunya Segini
3. Kurangnya rasa percaya diri
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology, para peneliti menemukan bahwa orang dengan harga diri rendah sering kali kesulitan untuk menegaskan diri sendiri dalam suatu hubungan, hal ini terutama berlaku bagi orang tua.
Jika kamu tidak yakin dengan kemampuan dalam mengasuh anak, mungkin akan lebih sulit mengatakan “tidak” kepada anak. Orang tua mungkin khawatir mereka mengambil keputusan yang salah atau anak mereka tidak akan menghormatinya.
Namun pada kenyataannya, menetapkan batasan adalah bagian penting dalam mengasuh anak. Hal ini membantu anak-anak belajar menghargai dan memahami bahwa tindakan mereka mempunyai konsekuensi, sehingga tidak perlu menebak-nebak sendiri.
4. Pengalaman masa kecil di masa lalu
Pola asuh di masa lalu sering kali memengaruhi gaya pengasuhan pada anak-anak kita kelak. Jika kamu tumbuh dalam rumah tangga yang ketat di mana “tidak” adalah norma, serta kamu mungkin cenderung bersikap permisif terhadap anak sendiri.
Ini bisa menjadi cara orang tua untuk memberi mereka kebebasan yang tidak dimiliki saat tumbuh dewasa. Sebaliknya, jika orang tua jarang mengatakan “tidak” kepadanya, maka wajar jika mereka melakukan hal yang sama kepada anaknya.
Bagaimanapun, itulah yang terasa normal dan benar bagi mereka. Tapi ingat, setiap anak berbeda dan apa yang berhasil untuk mereka mungkin tidak berhasil untuk orang tua lainnya.
5. Rasa bersalah
Rasa bersalah adalah emosi yang kuat. Banyak orang tua, terutama mereka yang tidak hadir karena komitmen pekerjaan atau perceraian, terlalu memanjakan anak-anak untuk mengimbangi kekurangan yang dirasakan.
Mereka mungkin lebih sering mengatakan “ya” karena mengira hal itu akan menutupi ketidakhadiran atau kesalahan mereka. Namun, kesenangan tidak menggantikan kehadiran.
Mengatakan “tidak” ketika diperlukan tidak menjadikan mereka orang tua yang buruk. Faktanya, ini adalah bagian integral dari pola asuh yang mempersiapkan anak untuk kehidupan nyata.
6. Keinginan untuk menjadi teman anaknya
Setiap orang tua menginginkan hubungan yang kuat dan sehat dengan anak mereka, tapi beberapa orang tua melangkah lebih jauh, yakni ingin terlihat sebagai teman dan bukan figur otoritas.
Terkadang, hal paling baik dan penuh kasih sayang yang dapat dilakukan orang tua adalah mengatakan “tidak”. Dalam upaya menjaga hubungan persahabatan ini, mereka menghindari mengatakan “tidak”, karena khawatir hal itu akan menimbulkan jarak atau permusuhan.
Orang tua sering kali menyetujui tuntutan dan keinginan anaknya, meskipun itu bukan demi kepentingan terbaik mereka. Namun, penting untuk diingat bahwa sebagai orang tua, peran utamanya bukanlah menjadi teman anak, tapi membimbing, mengajar, dan terkadang mendisiplinkan mereka.
7. Kesalahpahaman tentang cinta dan kebaikan
Cinta dan kebaikan bukan tentang selalu berkata “ya”. Ini tentang mengajari anak perbedaan antara benar dan salah, membimbing mereka menuju pilihan yang baik, dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi dunia.
Terkadang, hal paling baik dan penuh kasih sayang yang dapat dilakukan orang tua adalah mengatakan “tidak”.
Merangkum dari 7 perilaku di atas, kita perlu menyadari pentingnya personal boundaries antara orang tua dan anak. Dikutip dari laman Alodokter, dengan menetapkan personal boundaries yang tegas, kamu bisa merasa lebih tenang, nyaman, dan percaya diri ketika bersosialisasi dengan siapapun.
Jika seseorang tidak menetapkan personal boundaries yang tegas, ada risiko orang lain untuk berlaku sewenang-wenang, seperti halnya anak pada orang tuanya.
Meskipun ikatan darah antara mereka itu cukup kuat, tapi batasan ini demi kebaikan bersama. Orang tua mampu menanamkan sikap tanggung jawab pada anak, sehingga dia mampu menghadapi tantangan apapun yang terjadi dalam hidupnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
