Ilustrasi generasi beta (Freepik)
JawaPos.com - Generasi Beta, yaitu individu yang lahir dari tahun 2025 hingga sekitar 2039, akan menjadi generasi yang sepenuhnya dibesarkan dalam dunia di mana kecerdasan buatan (AI), teknologi imersif, dan otomatisasi mendominasi.
Dilansir dari Forbes, menurut peneliti sosial dan demografer Mark McCrindle, yang juga pencipta istilah “Generasi Alpha”, Generasi Beta akan menjadi generasi yang diperkirakan akan mencakup 16% dari populasi global pada tahun 2035. Dengan proyeksi yang sekitar 2,1 miliar individu, Generasi Beta akan menjadi kelompok demografi terbesar kedua, setelah Generasi Alpha yang berjumlah 2 miliar.
Mereka tidak hanya akan mewarisi tantangan global yang ada tetapi juga memiliki potensi untuk membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan. Berikut adalah karakteristik utama Generasi Beta.
Dilansir dari Forbes, Generasi Beta lahir di dunia yang sangat berhubungan erat dengan digital. Mualai dari pendidikan hingga hiburan, teknologi seperti kecerdasan buatan, virtual reality, dan augmented reality akan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka.
Mereka tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi juga berinteraksi dengannya secara mendalam sejak usia dini. Hal ini akan membentuk cara mereka belajar, berpikir, dan menyelesaikan masalah.
McCrindle menyebutkan, Generasi Beta kemungkinan akan lebih sering berkomunikasi secara daring daripada secara langsung, dan mungkin memiliki lebih banyak teman digital —mereka yang belum pernah mereka temui secara fisik—daripada kenalan langsung. Itu karena.
Menurut artikel resmi dari United Nations International School of Hanoi, Vietnam, tumbuh di dunia yang semakin terhubung melalui internet dan media sosial, membuat Generasi Beta akan memiliki pandangan global yang kuat.
Mereka cenderung lebih inklusif dan menerima keberagaman, baik dalam budaya, pandangan politik, maupun gender. Kemampuan untuk bekerja sama lintas budaya akan menjadi salah satu ciri khas mereka.
Mengutip Forbes, McCrindle mengatakan, bagi Generasi Beta, pekerjaan mungkin tidak menjadi landasan identitas mereka, melainkan menjadi sebuah tren. Pekerjaan akan menjadi aktivitas penting yang menggerakkan mesin ekonomi masyarakat, tetapi tidak akan sepenuhnya menentukan siapa mereka.
Pasalnya, saat ini saja, sifat pekerjaan itu sendiri semakin tidak menentu. Tak hanya ada nama pekerjaan tetap, melainkan ada freelancer, afiliator, dan sebagainya. Di masa depan, banyak orang akan bekerja di bidang yang bahkan belum ada saat ini karena AI dan komputasi. Pekerjaan masa depan diyakini tak hannya sebatas shift dari jam 9 sampai 5.
Dilansir dari ABC News, Perkembangan teknologi yang cepat akan menuntut Generasi Beta untuk menjadi sangat adaptif. Mereka akan terbiasa dengan pembaruan teknologi yang terus-menerus dan perubahan tren yang cepat, yang akan membuat mereka lebih fleksibel dalam menghadapi tantangan.
Dengan meningkatnya kesadaran global tentang perubahan iklim, Generasi Beta kemungkinan besar akan lebih peduli terhadap keberlanjutan dibanding generasi sebelumnya. Mereka akan mencari solusi kreatif untuk mengatasi isu-isu lingkungan, seperti pengelolaan limbah dan penggunaan energi terbarukan.
Generasi Beta juga harus menghadapi sejumlah tantangan, termasuk tekanan sosial media, kesenjangan keterampilan karena perkembangan teknologi yang pesat, serta dampak langsung dari perubahan iklim. Oleh karena itu, pendidikan dan kebijakan publik harus dirancang untuk membantu mereka mengatasi tekanan ini.
Gen Beta memang cerdas menggunakan smartphone, namun tanpa pengawasan yang baik, terutama untuk anak-anak, penggunaan ponsel pintar yang intensif akan mempengaruhi pola komunikasi mereka. Jangan sampai mereka menyelam terlalu jauh dan lupa dengan realitas yang ada.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
