
Ilustrasi minum air putih dengan pH tinggi. (Freepik)
JawaPos.com - Meminum air yang cukup sangat disarankan untuk kesehatan dan keberlangsungan hidup kita sebagai manusia. Tujuannya agar kita terhidrasi dengan baik dan tidak kekurangan cairan yang bisa membawa dampak negatif bagi tubuh.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menganjurkan orang dewasa untuk minum air putih sebanyak delapan gelas per hari, atau setara dengan dua liter air.
Tapi, kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda dan tergantung pada beberapa faktor. Seperti aktivitas fisik, berat badan, usia, iklim, dan pola makan.
Namun setidak-tidaknya, untuk aktivitas ringan, delapan gelas air per hari biasanya sudah cukup. Sementara jika anda sedang melakukan aktivitas sedang atau berat, anda mungkin perlu meningkatkan konsumsi air putih menjadi 10–12 gelas per hari.
Air memiliki banyak fungsi bagi tubuh. Di antaranya menjaga keseimbangan suhu tubuh, menjaga pencernaan dan metabolisme tubuh, menjaga tekanan darah, menjaga kesehatan kulit, menjaga kesehatan tulang dan banyak manfaat lainnya.
Di antara banyaknya produsen air minum dalam kemasan, belakangan sebagian menawarkan air dengan pH tinggi. Diklaim bahwa air dengan pH tinggi membawa manfaat lebih bagi tubuh, benarkah demikian?
pH air minum yang tinggi sering kali diklaim lebih sehat daripada air putih biasa. Selain mengurangi risiko terkena osteoporosis, konsumsi minuman dengan pH yang tinggi juga diklaim mampu mencegah penyakit jantung, bahkan kanker.
Kadar pH air minum sendiri merupakan indikator tingkat asam atau basa pada air yang dinilai dengan skala 0–14. Nilai pH air minum yang biasa dikonsumsi umumnya mendekati angka 7. Angka tersebut dianggap netral atau seimbang karena tidak terlalu asam dan tidak pula terlalu basa.
Meski begitu, ada juga jenis air minum dengan pH tinggi yang layak dikonsumsi. Air minum tersebut cukup populer dengan sebutan air alkali yang mengandung pH 8 atau 9. Beberapa orang percaya bahwa air alkali dapat menetralkan kadar asam dalam tubuh.
Dilansir dari Alodokter, air minum dengan pH lebih tinggi diyakini sejumlah orang mampu menjaga kelembapan dan kesehatan kulit.
Tak hanya itu, berkat kandungan antioksidan di dalamnya, air alkali dipercaya dapat memperlambat proses penuaan dan mencegah masalah kulit lain, seperti jerawat.
Meski demikian, manfaat ini belum memiliki bukti klinis pada manusia. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya terhadap kulit.
Sebuah studi juga mengungkapkan bahwa mengonsumsi air minum dengan pH sebesar 8,8 dapat menetralkan tingkat asam yang terlalu tinggi di lambung dan menonaktifkan pepsin, yaitu enzim yang dapat memicu penyakit asam lambung.
Studi lain menunjukkan bahwa kandungan bikarbonat dalam air alkali dapat meningkatkan kekuatan dan kesehatan tulang. Inilah yang juga menjadi alasan mengapa air alkali baik dikonsumsi bagi penderita osteoporosis.
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa air alkali dipercaya dapat mengurangi kadar keasaman darah, sehingga dapat memperlambat atau menghentikan proses pertumbuhan sel-sel kanker.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
