Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Desember 2024 | 07.49 WIB

Menurut Pakar Trauma, 4 Ciri Perilaku Ini Cenderung Menjadi Penyebab Penyakit Autoimun pada Perempuan

Ilustrasi seorang perempuan yang mengalami stres karena banyak tekanan. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang perempuan yang mengalami stres karena banyak tekanan. (Freepik)

JawaPos.com – Menurut jurnal Emerging Infectious Diseases, sekitar 8% dari populasi dunia mengidap penyakit autoimun, dan 78% diantaranya adalah perempuan.

Telah banyak penelitian yang dilakukan untuk menjelaskan mengapa perempuan lebih rentan mengembangkan penyakit tersebut.

Namun, ada satu hal yang sering tidak dibahas, yaitu trauma. Tekanan umum yang dihadapi perempuan dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik mereka, dan kondisi inilah yang menjadi salah satu penyumbang persentase.

Seorang ahli trauma menjelaskan, bahwa perempuan yang mengembangkan penyakit autoimun cenderung memiliki empat ciri perilaku yang sama. Seperti dilansir dari laman Your Tango, berikut adalah penjelasannya.

1. Mementingkan kebutuhan emosional orang lain di atas kebutuhannya sendiri

Mereka sering kali memprioritaskan kebutuhan emosional orang lain di atas kebutuhan mereka sendiri.

Perlu diingat bahwa perilaku untuk menyenangkan orang lain, meskipun penuh kasih sayang, ada kalanya dapat menguras energi emosional dan merugikan kesejahteraan pribadi.

Saat kebiasaan ini menjadi ekstrem yang tidak sehat, kelelahan, stres, dan kecemasan, pada akhirnya dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, yang berkontribusi pada penyakit autoimun.

2. Terlalu mengidentifikasi diri dengan kewajiban dan tanggung jawab

Bukan hal baru, bahwa harapan masyarakat menempatkan peran berat pada perempuan. Mereka dituntut untuk memenuhi berbagai peran, seperti pengasuh, ibu, istri, dan pekerja.

Sejak usia dini, anak perempuan lebih sering diberi tugas untuk merawat adik-adik, membantu pekerjaan rumah, atau mengambil peran orang tua.

Banyak perempuan diajarkan bahwa mereka memiliki peran yang sangat spesifik dalam masyarakat. Sehingga, demi memenuhi semua peran tersebut, mereka sering kali mengorbankan kebutuhan diri mereka sendiri.

Ketidakseimbangan ini pada akhirnya dapat menyebabkan stres yang luar biasa dan masalah kesehatan, termasuk kondisi autoimun.

3. Memendam amarah

Ekspektasi sosial mendorong perempuan untuk menekan kemarahan. Kemarahan sering dianggap sebagai emosi yang ‘tidak baik’dan tidak feminin, sehingga perempuan diajarkan untuk menekan dan mengabaikannya sebisa mungkin.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore