Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Desember 2024 | 18.57 WIB

Orang yang Memilih Diam Setelah Bertengkar dengan Pasangan, Cenderung Menunjukkan 8 Perilaku Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang memilih diam setelah bertengkar. - Image

Ilustrasi orang yang memilih diam setelah bertengkar.

JawaPos.com - Bertengkar dengan pasangan merupakan suatu hal yang normal karena pada dasarnya setiap manusia memiliki sudut pandang berbeda dalam menilai suatu hal.

Hal yang paling penting untuk ditekankan bukan menghindari pertengkaran, melainkan cara pasangan untuk menanggapi pertengkaran tersebut. Entah harus diselesaikan saat itu juga, dibiarkan berlarut-larut, atau mungkin memilih diam.

Dilansir dari laman Blog Herald pada (29/12) orang yang memilih diam setelah bertengkar dengan pasangan, cenderung menunjukkan 8 perilaku ini menurut psikologi:

1. Selalu menarik diri

Terkadang hal itu terjadi secara halus dan perlahan seiring berjalannya waktu. Seringkali, ketika hal itu terjadi, sulit untuk dikenali sampai salah satu pasangan merasa tidak didengarkan, tidak terlihat, dan ditinggalkan secara emosional.

Dalam beberapa kasus, mereka mungkin tampak tenggelam dalam pikirannya, menolak mempertahankan kontak mata atau terlibat dalam percakapan apapun.

2. Berkomunikasi secara tidak langsung

Setelah bertengkar dengan pasangan, mungkin dia akan berubah dalam gaya komunikasinya, seperti tidak lagi mengungkapkan pikiran dan perasaan secara terbuka. Sebaliknya, menggunakan metode komunikasi tidak langsung.

Misalnya, dia menggunakan media sosial untuk mengekspresikan emosinya, memposting pesan samar, atau membagikan postingan yang secara tidak langsung berhubungan dengan argumen pasangannya.

3. Tampak sangat tenang

Kamu mungkin mengira seseorang yang melakukan tindakan diam akan terlihat jelas-jelas kesal atau terlihat marah, tapi hal ini tidak selalu terjadi.

Faktanya, dia mungkin terlihat sangat tenang setelah bertengkar, menjalani rutinitas sehari-hari seolah-olah tidak terjadi apa-apa, sama sekali mengabaikan masalah yang belum terselesaikan.

Hal ini dapat membuat pasangannya merasa bingung dan tidak yakin. KAmu mungkin mempertanyakan apakah argumen tersebut merupakan masalah besar, atau apakah perasaan dapat dibenarkan.

4. Memutarbalikkan kesalahan

Setelah pertengkaran terjadi, alih-alih melakukan refleksi diri atau mencoba memahami sudut pandang, dia malah menyalahkan pasangannya. “Kamu terlalu sensitif” atau “kamu bereaksi berlebihan” adalah ungkapan yang mungkin lebih sering kamu dengar.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore