
SELALU RAMAI: Ribuan pengunjung memenuhi Pasar Keramat setiap kali buka. Pasar ini memang tidak beroperasi setiap hari. (SOPIAN KURNIAWAN/JAWA POS RADAR MOJOKERTO)
JawaPos.com - Mungkin bagi sebagian orang melihat tempat ramai itu sangat mengasyikkan, senang bertemu dengan orang banyak, dan tidak lagi merasakan kesepian.
Namun ada sebagian dari mereka yang sering kali merasa kewalahan saat berada di tempat ramai, seolah-olah energi sosialnya itu habis dan bahkan lebih memilih untuk berada di kesunyian.
Dilansir dari laman Personal Branding pada (28/12) orang yang cenderung merasa kewalahan saat berada di tempat ramai, sering kali menunjukkan 8 perilaku ini :
Menurut para psikolog, meningkatnya kecemasan di ruang ramai adalah perilaku umum lainnya yang ditunjukkan oleh orang-orang yang cenderung merasa kewalahan di lingkungan seperti itu.
Mereka sering kali tampak gelisah atau cemas tanpa alasan ketika berada dalam sebuah pesta. Hal ini memang tidak mudah, tapi kita semua perlu memahaminya bahwa tidak setiap orang mampu 'baik-baik saja' ketika berada di tengah keramaian.
3. Menghindari jam sibuk
Psikolog telah menemukan bahwa orang yang merasa kewalahan di tempat ramai sering kali merencanakan rutinitas mereka pada waktu yang tidak terlalu sibuk. Mereka mungkin berbelanja di pagi hari atau larut malam, makan di luar jam sibuk, dan bahkan memilih bekerja saat kantor tidak terlalu ramai.
Baca Juga: Dadi Wong Sugih di 2025! 4 Shio Ini Diprediksi Bakal Mampu Meraih Kesuksesan dan Kekayaan di Tahun 2025
Perilaku ini, meskipun tampak sederhana, sebenarnya merupakan mekanisme penanggulangan bawah sadar. Dengan menghindari jam sibuk, mereka dapat menjalani hari dengan lebih sedikit rasa cemas dan stres.
4. Perlu sering istirahat
Para psikolog menyarankan bahwa orang-orang yang merasa kewalahan di tempat ramai sering kali membutuhkan waktu istirahat ini untuk melakukan kalibrasi ulang.
Ini seperti menekan tombol reset. Mereka melangkah keluar, menarik napas dalam-dalam, dan membiarkan indra mereka tenang sebelum kembali terjun ke tengah kerumunan.
Perilaku ini merupakan respons alami terhadap kelebihan sensorik. Dengan sering beristirahat, memberikan ruang pada pikiran mereka untuk memproses dan mengatasi rangsangan yang berlebihan.
5. Menggunakan headphone
Psikolog berpendapat bahwa memakai headphone dapat menciptakan semacam 'gelembung pribadi' yang membantu meredam kebisingan dan aktivitas yang berlebihan di tempat ramai
Jika Anda melihat seseorang memakai headphone di tempat ramai, jangan berasumsi bahwa dia tidak ramah. Mereka mungkin hanya mencoba mengelola perasaan kewalahannya.
6. Terlibat dalam tindakan yang berulang-ulang
Orang yang merasa kewalahan di tempat ramai sering kali melakukan tindakan berulang-ulang, seperti mengetuk-ngetukkan jari, memainkan perhiasan, atau terus-menerus menyesap minuman.
Sekilas, ini mungkin tampak seperti tanda kegelisahan atau ketidaksabaran. Tapi kenyataannya, tindakan berulang ini berfungsi sebagai mekanisme dasar yang membantu mereka mengelola kecemasan dan mendapatkan kembali fokus.
Ini adalah salah satu perilaku tak terduga yang menunjukkan betapa adaptif dan tangguhnya pikiran manusia ketika menghadapi lingkungan yang menantang.
7. Lebih memilih interaksi secara online
Di era digital ini, banyak dari kita yang menikmati kemudahan dan kenyamanan interaksi online. Tapi bagi orang yang merasa kewalahan di tempat ramai, preferensi ini mungkin lebih mendalam.
Psikolog berpendapat bahwa orang-orang ini sering kali lebih memilih interaksi online daripada interaksi tatap muka. Mereka merasa lebih nyaman berkomunikasi melalui pesan teks atau suara dibandingkan melalui acara sosial atau ruang publik yang ramai.
Saat online, mereka dapat mengontrol kecepatan dan intensitas interaksi, menjadikannya pengalaman yang jauh lebih nyaman dan tidak terlalu membebani.
8. Selektif dalam bersosialisasi
Hal paling penting yang disoroti oleh para psikolog perilaku adalah sosialisasi selektif. Orang yang merasa terbebani di tempat ramai cenderung berhati-hati terhadap acara sosial yang dihadirinya.
Mereka lebih memilih pertemuan yang lebih kecil dan intim dibandingkan pesta atau acara besar. Mereka lebih nyaman dengan wajah dan lingkungan yang familiar yang memungkinkan mereka terlibat lebih dalam tanpa stres menghadapi kerumunan.
Dikutip dari laman Halodoc, bahwa tanda-tanda tersebut mengarah kepada mereka yang memiliki kepribadian introvert, yakni lebih nyaman dengan kesunyian dan memilih untuk bertemu dengan segelintir orang.
Perilaku tersebut juga tidak disamakan dengan antisosial yang bahkan bermasalah dengan orang sekitar karena keegoisan dan kerendahan empatinya. Jadi jika kamu merasa kewalahan di tempat ramai, ini bukan suatu gangguan mental tapi merupakan kepribadian yang normal dimiliki manusia.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
