
Ilustrasi orang yang menonton film dokumenter.
JawaPos.com - Film merupakan sarana hiburan setiap orang, ceritanya unik karena tersaji dalam beberapa genre. Mulai dari komedi, horor, romantis, hingga dokumenter.
Dikutip dari laman Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, film dokumenter memberikan kita pandangan yang lebih dekat dan autentik tentang kehidupan nyata. Mereka berfokus pada peristiwa, tokoh, atau masalah yang sebenarnya terjadi di dunia sekitar kita.
Dengan melibatkan penonton dalam cerita nyata, film dokumenter memberikan kesempatan untuk memahami pengalaman orang lain, mengenali perjuangan dan kebahagiaan, serta memperluas wawasan tentang berbagai masalah sosial, politik, lingkungan, dan budaya.
Oleh karena itu, dilansir dari laman Blog Herald pada (23/12) orang yang menyukai film dokumenter cenderung memiliki 7 perilaku unik ini menurut psikologi :
1. Rasa penasaran sangat tinggi
Pencinta film dokumenter sering kali memiliki rasa haus yang tak terpuaskan akan pengetahuan, mereka melihat dunia sebagai tempat yang penuh dengan cerita menarik, dan mereka ingin memahaminya dengan lebih baik.
Keingintahuan ini sering kali melampaui layar, penggemar film dokumenter cenderung mengajukan lebih banyak pertanyaan, meneliti lebih banyak topik, dan memiliki minat yang lebih luas dibandingkan rekan-rekan mereka.
2. Menghargai keindahan dalam hal biasa
Pencinta film dokumenter tidak memerlukan efek khusus yang mencolok atau alur cerita yang megah untuk terhibur, mereka sangat menghargai nuansa dan keindahan yang biasa, yakni di dunia nyata di sekitar kami.
Apresiasi seperti itu sering kali melampaui waktu yang dihabiskan di depan layar, serta memengaruhi cara mereka untuk memandang dan berinteraksi dengan dunia sehari-hari.
3. Pemikir yang kritis
Sebuah studi yang dilakukan oleh Massachusetts Institute of Technology menemukan bahwa semakin banyak penonton yang terlibat secara emosional dengan film dokumenter tersebut, semakin besar kemungkinan mereka untuk mengambil tindakan sosial, yang menunjukkan tingkat pemikiran kritis.
4. Menghargai keaslian
Tidak seperti film tradisional, yang sangat bergantung pada dialog tertulis dan adegan yang dikurasi dengan cermat, film dokumenter menawarkan gambaran sekilas tentang kehidupan nyata.
Mereka menampilkan versi cerita yang belum diedit, sering kali mengungkapkan keindahan dan penderitaan hidup manusia dalam bentuknya yang paling otentik. Preferensi terhadap keaslian seperti itu kemungkinan besar juga meluas ke bidang lain dalam hidup mereka seperti halnya dalam pekerjaan ataupun hubungan.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
