
Ilustrasi orang yang susah move on dari masa lalu. (Freepik)
JawaPos.Com - Masa lalu memiliki kekuatan yang luar biasa. Ia dapat membentuk cara kita memandang dunia, diri sendiri, dan orang lain.
Salah satu tanda yang paling terlihat bahwa seseorang belum berdamai dengan masa lalunya adalah kecenderungan untuk terus-menerus mengingat dan membicarakan kejadian lama.
Kenangan akan kesalahan, kegagalan, atau peristiwa menyakitkan yang terjadi bertahun-tahun lalu sering kali muncul dalam pikiran mereka, seolah-olah baru saja terjadi.
Misalnya, seseorang yang pernah mengalami kegagalan besar dalam karier mungkin akan sering menceritakan pengalaman tersebut, bahkan dalam situasi yang tidak relevan.
Setiap kali mereka berbicara tentang masa lalu itu, mereka cenderung memperbesar rasa penyesalan atau kemarahan, yang akhirnya membuat mereka sulit menikmati momen saat ini.
Walaupun mengenang masa lalu adalah hal yang wajar, terlalu sering terjebak dalam kenangan tersebut bisa menjadi tanda bahwa mereka belum mampu menerima apa yang telah terjadi.
Hal ini sering kali membuat mereka merasa stuck atau terjebak dalam lingkaran pikiran negatif, sehingga sulit untuk fokus pada masa depan.
Dampaknya, hubungan mereka dengan orang lain juga bisa terganggu karena mereka selalu memusatkan perhatian pada cerita lama daripada menciptakan pengalaman baru.
2. Menghindari Topik atau Situasi yang Berhubungan dengan Luka Lama
Sebaliknya dari terlalu sering mengingat masa lalu, beberapa orang memilih untuk menghindari topik atau situasi yang mengingatkan mereka pada luka lama.
Ini adalah mekanisme pertahanan yang sering kali muncul ketika seseorang merasa belum siap untuk menghadapi kenangan menyakitkan.
Misalnya, seseorang yang pernah mengalami trauma dalam hubungan percintaan mungkin akan menghindari berbicara tentang mantan pasangan atau bahkan menolak berbicara tentang cinta sama sekali.
Dalam beberapa kasus, mereka juga bisa menghindari tempat, orang, atau kegiatan yang berhubungan dengan pengalaman tersebut.
Penghindaran ini mungkin terasa seperti solusi sementara, tetapi pada kenyataannya, hal ini justru memperpanjang proses penyembuhan.
Dengan terus menghindar, mereka tidak pernah benar-benar memberi diri mereka kesempatan untuk menghadapi dan menyelesaikan emosi yang terkait dengan pengalaman tersebut.
Akibatnya, luka lama tetap ada, dan ketakutan akan kenangan tersebut hanya semakin kuat seiring waktu.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
