
Ilustrasi 7 perilaku umum yang dilakukan anak-anak yang menjauh dari orang tuanya ketika dewasa.
JawaPos.com - Sebagian orang menjadi jauh dari orang tua seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini tidak selalu berupa dampak yang dramatis atau ditentukan oleh satu peristiwa.
Umumnya, keputusan ini merupakan sekumpulan perilaku atau pilihan yang tak nampak, yang seiring waktu menjadi jurang pemisah. Suatu hubungan terutama dengan keluarga membutuhkan usaha, komunikasi, dan pengertian agar tetap kuat.
Namun, kehidupan memiliki cara untuk menarik kita ke arah yang berbeda. Tanpa menyadarinya, kita mungkin telah mengembangkan kebiasaan yang perlahan-lahan melemahkan ikatan ini.
Dilansir dari Baseline Mag, terdapat 7 perilaku umum yang dilakukan anak-anak yang menjauh dari orang tuanya ketika dewasa. Ini akan membantu mempertahankan salah satu hubungan terpenting dalam hidup.
1. Menghargai independensi
Seiring dengan bertambahnya usia, secara alami kita akan berusaha membangun identitas diri, terpisah dari orang tua. Ini adalah bagian normal dari proses dewasa. Namun, bagi sebagian orang, proses ini berarti mengharuskan mereka menjauh dari orang tua.
Orang-orang ini cenderung menunjukkan keinginan kuat terhadap kemandirian. Mereka menganggap serius tanggung jawab dan berusaha menyelesaikan tugas sendiri. Mereka mungkin adalah orang yang suka membuat keputusan tanpa masukan orang tua dan mencari kesempatan untuk menunjukkan kemandirian.
Perilaku ini tidak selalu negatif. Ini bisa menjadi tanda sehat bahwa anak tersebut telah tumbuh dewasa yang dapat menentukan jalan hidup sendiri dan menjadi mandiri.
2. Mengutamakan hubungan pribadi lainnya
Perilaku umum lainnya yaitu memprioritaskan hubungan pribadi di luar keluarga. Ini bisa jadi pasangan, teman dekat, atau bahkan rekan kerja. Beranjak dewasa, dunia anak-anak akan dipenuhi oleh orang-orang dan pengalaman baru.
Mereka mendapati diri menghabiskan lebih banyak waktu untuk membangun hubungan dengan teman sekamar atau teman kerja daripada menelpon rumah. Ini bukan keputusan yang disengaja, tetapi semakin terlibat dengan lingkungan baru, maka akan semakin rendah frekuensi panggilan ke rumah.
3. Menghindari percakapan sulit
Beberapa orang memilih menghindari pembicaraan yang sulit dengan orang tua karena merasa lebih mudah untuk membiarkannya begitu saja. Meskipun mereka mungkin merasa menjaga perdamaian dalam jangka pendek, menghindari percakapan yang sulit sebenarnya memperlebar jarak dengan orang tua.
Menghindari pembicaraan yang sulit dapat menyebabkan miskomunikasi, keretakan hubungan, dan hilangnya nilai-nilai. Menghindari pembahasan dengan topik yang sensitif akan memberi rumah kesalahpahaman untuk berkembang.
4. Mengembangkan nilai dan keyakinan yang berbeda

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
