
Ilustrasi 7 perilaku yang menunjukkan seseorang lebih mementingkan penampilan daripada hal lainnya yang lebih berarti.
JawaPos.com - Beberapa nampaknya terobsesi dengan penampilan, entah itu penampilan mereka, status di media sosial, atau bagaimana orang lain menilai mereka.
Meskipun wajar untuk peduli terhadap hal-hal tersebut sampai batas tertentu, namun bagi sebagian orang hal itu menjadi fokus utama mereka.
Mereka jarang mengatakannya secara terbuka. Sebaliknya, fokus mereka pada penampilan dan status sosial muncul dengan cara yang halus, melalui tindakan, perkataan, dan bahkan prioritasnya.
Dilansir dari HackSpirit, terdapat 7 perilaku yang menunjukkan seseorang lebih mementingkan penampilan daripada hal lainnya yang lebih berarti.
1. Menekankan pada penampilan
Orang-orang yang memperhatikan penampilan dan status sosial seringkali memberi perhatian yang tidak biasa pada penampilan mereka dan estetika orang-orang di sekitarnya. Mereka sering berdiskusi atau berfokus pada ciri fisik mereka sendiri atau orang lain.
Ini bukan hanya tentang menjaga kebugaran atau penampilan, tetapi tentang memproyeksi citra tertentu yang sejalan dengan pemahaman mereka tentang status sosial. Mereka mungkin jadi orang yang menghabiskan banyak waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai acara
Mereka juga seringkali mengamati orang lain berdasarkan penampilannya. Komentar mereka mungkin akan condong ke hal yang dangkal, ketimbang menghargai kedalaman ata substansi seseorang.
2. Menghindari hubungan yang terlalu dekat
Kelompok orang ini cenderung menjaga jarak emosional dari orang lain. Mereka mungkin terlibat dalam banyak kegiatan sosial, tetapi interaksi ini seringkali bersifat di permukaan, terutama untuk tujuan membangun citra mereka.
Alasan di balik perilaku ini adalah keinginan mereka untuk mempertahankan citra dan status tertentu. Hubungan yang terlalu dekat melibatkan kerentanan dan mengungkapkan aspek diri yang tidak selaras dengan citra sempurna yang mereka inginkan.
3. Ketergantungan pada validasi eksternal
Orang yang terlalu peduli dengan penampilan dan status sosial biasanya menunjukkan ketergantungan yang kuat pada validasi orang lain. Mereka cenderung menilai dirinya sendiri berdasarkan banyaknya pujian atau pengakuan yang mereka terima dari orang lain, bukan harga diri.
Perilaku ini berasal dari kebutuhan manusia akan penerimaan dan kepemilikan yang merupakan salah satu kebutuhan dasar dalam hierarki Maslow. Namun, bila kebutuhan ini diperkuat pada titik di mana harga diri seseorang semata-mata bergantung pada validasi eksternal, maka menjadi tidak sehat.
Kebahagiaan mereka seringkali hadir pada seberapa besar mereka merasa dikagumi atau dicemburui oleh orang lain. Akibatnya, mereka mungkin sering membanggakan diri atau memamerkan kesuksesan dan daya tarik fisiknya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
