Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Desember 2024 | 20.39 WIB

Orang yang Hanya Peduli dengan Penampilan dan Status Sosial Biasanya Menunjukkan 7 Perilaku Kepribadian ini

Ilustrasi 7 perilaku yang menunjukkan seseorang lebih mementingkan penampilan daripada hal lainnya yang lebih berarti. - Image

Ilustrasi 7 perilaku yang menunjukkan seseorang lebih mementingkan penampilan daripada hal lainnya yang lebih berarti.

JawaPos.com - Beberapa nampaknya terobsesi dengan penampilan, entah itu penampilan mereka, status di media sosial, atau bagaimana orang lain menilai mereka.

Meskipun wajar untuk peduli terhadap hal-hal tersebut sampai batas tertentu, namun bagi sebagian orang hal itu menjadi fokus utama mereka.

Mereka jarang mengatakannya secara terbuka. Sebaliknya, fokus mereka pada penampilan dan status sosial muncul dengan cara yang halus, melalui tindakan, perkataan, dan bahkan prioritasnya.

Dilansir dari HackSpirit, terdapat 7 perilaku yang menunjukkan seseorang lebih mementingkan penampilan daripada hal lainnya yang lebih berarti.

1. Menekankan pada penampilan

Orang-orang yang memperhatikan penampilan dan status sosial seringkali memberi perhatian yang tidak biasa pada penampilan mereka dan estetika orang-orang di sekitarnya. Mereka sering berdiskusi atau berfokus pada ciri fisik mereka sendiri atau orang lain.

Ini bukan hanya tentang menjaga kebugaran atau penampilan, tetapi tentang memproyeksi citra tertentu yang sejalan dengan pemahaman mereka tentang status sosial. Mereka mungkin jadi orang yang menghabiskan banyak waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai acara

Mereka juga seringkali mengamati orang lain berdasarkan penampilannya. Komentar mereka mungkin akan condong ke hal yang dangkal, ketimbang menghargai kedalaman ata substansi seseorang.

2. Menghindari hubungan yang terlalu dekat

Kelompok orang ini cenderung menjaga jarak emosional dari orang lain. Mereka mungkin terlibat dalam banyak kegiatan sosial, tetapi interaksi ini seringkali bersifat di permukaan, terutama untuk tujuan membangun citra mereka.

Alasan di balik perilaku ini adalah keinginan mereka untuk mempertahankan citra dan status tertentu. Hubungan yang terlalu dekat melibatkan kerentanan dan mengungkapkan aspek diri yang tidak selaras dengan citra sempurna yang mereka inginkan.

3. Ketergantungan pada validasi eksternal

Orang yang terlalu peduli dengan penampilan dan status sosial biasanya menunjukkan ketergantungan yang kuat pada validasi orang lain. Mereka cenderung menilai dirinya sendiri berdasarkan banyaknya pujian atau pengakuan yang mereka terima dari orang lain, bukan harga diri.

Perilaku ini berasal dari kebutuhan manusia akan penerimaan dan kepemilikan yang merupakan salah satu kebutuhan dasar dalam hierarki Maslow. Namun, bila kebutuhan ini diperkuat pada titik di mana harga diri seseorang semata-mata bergantung pada validasi eksternal, maka menjadi tidak sehat.

Kebahagiaan mereka seringkali hadir pada seberapa besar mereka merasa dikagumi atau dicemburui oleh orang lain. Akibatnya, mereka mungkin sering membanggakan diri atau memamerkan kesuksesan dan daya tarik fisiknya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore