
Perilaku kepribadian yang menyenangkan menurut Psikologi
JawaPos.com – Keinginan untuk menjadi pribadi yang menyenangkan adalah hal yang wajar, terutama dalam menjalin hubungan sosial yang harmonis. Namun, seringkali tanpa disadari, ada perilaku kepribadian tertentu yang justru membuat orang lain merasa tidak nyaman atau bahkan menjauh.
Psikologi menunjukkan bahwa beberapa pola perilaku tertentu bisa merusak citra diri dan hubungan dengan orang lain, meskipun niat awalnya mungkin tidak demikian. Mengubah sifat kepribadian bukan berarti mengubah siapa kamu, tetapi justru membantu menciptakan versi diri yang lebih baik dan menyenangkan.
Dilansir dari Hack Spirit pada Senin (9/12), diterangkan setidaknya terdapat sepuluh perilaku kepribadian yang harus ditinggalkan jika seseorang ingin menjadi pribadi yang menyenangkan menurut Psikologi.
1. Bergunjing tentang orang lain
Menyebarkan berita atau percakapan tentang orang lain seringkali terasa seperti obrolan ringan yang tidak berbahaya. Namun kebiasaan ini justru dapat menciptakan lingkungan yang dipenuhi ketidakpercayaan dan energi negatif di sekitar kita.
Saat kita terbiasa membicarakan orang lain, secara tidak sadar kita juga membuat orang lain merasa tidak nyaman karena khawatir akan menjadi bahan pembicaraan berikutnya ketika mereka tidak ada.
2. Sikap kaku yang sulit berubah
Menjalani rutinitas dengan cara yang sama dan enggan menerima perubahan bisa membuat orang lain merasa tidak dihargai pendapatnya. Ketika kita mulai membuka diri terhadap ide-ide baru dan lebih fleksibel dalam menyikapi perubahan, hubungan dengan orang lain justru menjadi lebih harmonis.
Kelenturan dalam bersikap membuat hidup terasa lebih ringan dan menyenangkan karena kita tidak terkungkung oleh batasan-batasan yang kita ciptakan sendiri.
3. Mengabaikan kepedulian pada diri
Bagaimana kita memperlakukan diri sendiri seringkali tercermin dalam cara kita memperlakukan orang lain. Merawat kesehatan fisik, mental dan emosional bukanlah bentuk keegoisaan, melainkan wujud penghargaan pada diri sendiri.
Jika kita mengabaikan kebutuhan dasar ini, kita akan mudah merasa lelah, tertekan dan akhirnya berdampak negatif pada interaksi dengan orang-orang di sekitar.
4. Terlalu sering mengkritik
Meski sedikit kritik bisa mendorong perkembangan diri, namun terlalu banyak kritik justru dapat merusak suasana. Kebiasaan mencari-cari kesalahan akan membuat orang lain merasa tidak nyaman dan menurunkan kepercayaan diri mereka.
Cara yang lebih bijak adalah menyeimbangkan kritik dengan dorongan positif dan apresiasi, serta menyampaikan masukan dengan cara yang lebih halus dan penuh penghargaan.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
