Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Desember 2024 | 00.41 WIB

10 Kata dan Frasa yang Bisa Membuat Anda Terlihat Kurang Cerdas Tanpa Disadari, Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang menggunakan kata dan frasa tertentu dalam komunikasi yang membuatnya terkesan kurang cerdas. (freepik/ SkelDry) - Image

Ilustrasi seseorang yang menggunakan kata dan frasa tertentu dalam komunikasi yang membuatnya terkesan kurang cerdas. (freepik/ SkelDry)

JawaPos.com - Berbicara adalah seni yang tidak hanya melibatkan penyampaian informasi, tetapi juga cara kita meninggalkan kesan pada orang lain.

Pilihan kata yang tepat bisa mencerminkan kecerdasan dan kepercayaan diri, sedangkan penggunaan frasa yang kurang tepat justru dapat merusak kesan tersebut.

Tanpa disadari, banyak dari kita kerap menggunakan frasa-frasa tertentu yang terkesan biasa saja, namun menurut psikologi, frasa ini sebenarnya dapat membuat kita tampak kurang berwawasan di mata orang lain.

Untuk membantu Anda tampil lebih percaya diri dan cerdas dalam berbicara, artikel ini akan mengupas beberapa frasa yang sebaiknya Anda hindari dalam percakapan sehari-hari.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Minggu (1/12), berikut merupakan 10 kata dan frasa yang sebaiknya dihindari agar tidak terkesan kurang cerdas, menurut psikologi.

1. "Saya bukan ahli, tapi..."

Frasa ini sering kali digunakan sebagai pembuka untuk menyatakan pendapat atau saran.

Meskipun dimaksudkan untuk menunjukkan kerendahan hati atau pengakuan akan ketidaktahuan, mengatakan "Saya bukan ahli, tapi..." justru bisa membuat pendapat Anda kurang diyakini oleh orang lain.

Ini dapat mengurangi kekuatan argumen Anda sebelum Anda mengungkapkannya. Alih-alih merendahkan diri sendiri dengan frasa ini, lebih baik berbicara dengan percaya diri atau menyatakan sumber informasi Anda dengan jelas, sehingga orang tidak meragukan kredibilitas Anda.

2. "Saya kira..."

Mengawali kalimat dengan "Saya kira..." menunjukkan ketidakyakinan dan bisa memberi kesan bahwa Anda tidak sepenuhnya tahu atau percaya dengan apa yang Anda katakan.

Misalnya, "Saya kira ini adalah cara terbaik," bisa terdengar lebih lemah daripada mengatakan, "Ini adalah cara terbaik."

Ketika Anda mulai berbicara dengan kalimat yang penuh keraguan, itu bisa mengurangi otoritas Anda dalam percakapan, sehingga orang lain tidak akan menganggap Anda berbicara dengan pengetahuan yang kuat.

3. "Terserah..."

Kata "terserah" sering digunakan ketika seseorang merasa tidak peduli lagi dengan percakapan atau situasi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore