Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Mei 2026 | 03.44 WIB

Orang yang Tidak Pernah Mendengarkan Orang Lain Sering Kali Menunjukkan 9 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang tidak layak dipertahankan dalam hidup (Magnific/fotostockvientocuatro) - Image

seseorang yang tidak layak dipertahankan dalam hidup (Magnific/fotostockvientocuatro)

JawaPos.com - Kemampuan mendengarkan adalah salah satu fondasi terpenting dalam hubungan antarmanusia. Banyak orang berpikir komunikasi yang baik hanya soal berbicara dengan jelas atau menyampaikan pendapat dengan percaya diri. Padahal, kemampuan untuk benar-benar mendengarkan orang lain justru menjadi penentu utama kualitas hubungan, baik dalam keluarga, pertemanan, pekerjaan, maupun hubungan romantis.

Namun dalam kehidupan sehari-hari, kita sering bertemu dengan orang yang tampaknya sulit mendengarkan. Mereka mungkin memotong pembicaraan, mengabaikan masukan, atau selalu mengarahkan percakapan kembali kepada diri mereka sendiri. Dalam jangka panjang, perilaku seperti ini dapat menciptakan konflik, kesalahpahaman, bahkan membuat orang lain merasa tidak dihargai.

Menurut psikologi, perilaku tidak mau mendengarkan biasanya bukan muncul begitu saja. Ada pola kepribadian tertentu yang sering menyertainya. Memahami ciri-ciri ini bukan berarti langsung memberi label negatif kepada seseorang, tetapi membantu kita mengenali pola komunikasi yang kurang sehat dan mencari cara untuk memperbaikinya.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat sembilan ciri kepribadian yang sering dimiliki oleh orang yang mungkin tidak benar-benar mendengarkan orang lain.

1. Terlalu Fokus pada Diri Sendiri

Salah satu tanda paling umum adalah kecenderungan untuk selalu menjadikan diri sendiri sebagai pusat percakapan. Orang dengan sifat ini sering kali mendengarkan hanya untuk menunggu giliran berbicara, bukan untuk memahami.

Misalnya, ketika seseorang bercerita tentang kesulitannya di tempat kerja, mereka langsung membalas dengan cerita tentang pengalaman pribadi tanpa benar-benar menanggapi isi pembicaraan sebelumnya. Percakapan menjadi kompetisi perhatian, bukan pertukaran pemahaman.

Dalam psikologi, perilaku ini sering dikaitkan dengan tingkat self-centeredness yang tinggi. Mereka mungkin tidak selalu berniat egois, tetapi fokus yang terlalu besar pada pengalaman pribadi membuat mereka sulit memberi ruang emosional bagi orang lain.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore