Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 November 2024 | 18.32 WIB

Memahami Dampak dari Pola Asuh Anak: Orang yang Terlalu Dimanja saat Kecil Biasanya Menunjukkan 8 Ciri Kepribadian ini

Ilustrasi 8 sifat paling umum yang mungkin ditemukan pada orang dewasa yang terlalu dimanja saat masih anak-anak. (Freepik/jcomp) - Image

Ilustrasi 8 sifat paling umum yang mungkin ditemukan pada orang dewasa yang terlalu dimanja saat masih anak-anak. (Freepik/jcomp)

JawaPos.com - Anak-anak itu seperti spons yang menyerap apapun di sekitarnya. Hal ini terutama berlaku ketika melihat anak-anak yang terlalu dimanja saat tumbuh dewasa.

Memanjakan anak bukan hanya tentang menuruti semua keinginannya, tetapi juga tentang dampak pada kepribadian mereka saat beranjak dewasa. Memanjakan anak secara berlebihan biasanya akan menghasilkan beberapa sifat kepribadian yang unik.

Dilansir dari Geediting, inilah 8 sifat paling umum yang mungkin ditemukan pada orang dewasa yang terlalu dimanja saat masih anak-anak. Ingat, ini bukan tentang menyalahkan orang tua atau menyalahkan orang lain.

Ini tentang memahami dampak dari pola asuh orang tua dan bagaimana hal itu dapat membentuk seseorang menjadi seperti sekarang.

1. Rasa berhak

Bila anak-anak terlalu dimanja, mereka akan tumbuh dengan keinginan dan kebutuhan yang harus selalu dipenuhi. Hal ini berpotensi menimbulkan rasa berhak di masa dewasa. Hak istimewa adalah keyakinan bahwa seseorang berhak atas hak istimewa atau perlakuan khusus.

Ini seperti mengharapkan untuk mendapatkan promosi di tempat kerja hanya karena mereka telah bekerja paling lama di sana, terlepas dari kinerja yang sebenarnya. Sifat ini tidak hanya tidak sehat bagi individu tersebut, tetapi juga merusak hubungan dengan teman, keluarga, dan kolega.

Meskipun tingkat harga diri tertentu sangat penting untuk kesehatan mental dan kesejahteraan, rasa berhak yang berlebihan dapat menyebabkan kekecewaan dan frustasi ketika dunia nyata tidak memenuhi harapan yang tinggi.

2. Kesulitan menangani penolakan

Mereka terbiasa mendapatkan apa yang diinginkannya dan tidak dapat memahami mengapa mereka gagal. Ini adalah sifat umum pada mereka yang telalu dimanja saat kecil.

Mereka seringkali berjuang untuk melawan penolakan atau kegagalan karena tidak terbiasa mendengarkan kata 'tidak'. Menghadapi kekecewaan adalah bagian penting dalam hidup.

Bila anak-anak tidak terbiasa mengatasinya, mereka akan tumbuh tanpa memiliki ketahanan yang dibutuhkan untuk bangkit kembali dari kegagalan di masa dewasa. Mereka akhirnya belajar ketika dewasa tetapi membutuhkan waktu dan banyak refleksi diri.

3. Kurangnya disiplin diri

Anak-anak yang terlalu dimanja seringkali dimanjakan oleh orang tua mereka. Mereka tidak perlu membersihkan kamar, mengerjakan pekerjaan rumah, atau bahkan menyiapkan makanan sendiri. Akibatnya, mereka menjadi kesulitan untuk mendisiplinkan diri saat dewasa.

Disiplin diri adalah kemampuan untuk mengendalikan perasaan dan mengatasi kelemahan seseorang. Ini adalah kemampuan untuk mengejar apa yang menurut seseorang benar meskipun ada godaan untuk meninggalkannya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore