Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 November 2024 | 20.25 WIB

Orang yang Butuh TV atau Perangkat Lain untuk Tidur Malam Kerap Punya 8 Perilaku Kepribadian Ini Menurut Psikologi, Apa Saja?

Perilaku kepribadian orang tidur malam dengan TV menurut Psikologi - Image

Perilaku kepribadian orang tidur malam dengan TV menurut Psikologi

JawaPos.com – Tidak sedikit orang yang merasa sulit tidur tanpa suara atau cahaya dari perangkat elektronik seperti TV, ponsel, atau speaker. Menonton televisi sebelum tidur malam atau mendengarkan musik dianggap sebagai ritual malam yang membantu mereka merasa lebih nyaman.

Kebiasaan ini bukan hanya tentang preferensi, tetapi menurut psikologi, bisa mencerminkan sisi unik dari kepribadian mereka. Kondisi ini sering dikaitkan dengan cara otak merespons ketenangan, kebiasaan sensorik, atau bahkan pola stres yang melekat, yang mana dibutuhkan untuk tidur malam.

Dilansir dari Hack Spirit pada Jumat (29/11), diterangkan bahwa setidaknya terdapat delapan perilaku kepribadian orang yang butuh TV atau perangkat lain untuk dapat tidur di malam hari menurut Psikologi.

1. Gaya belajar visual

Tahukah kamu bahwa cara seseorang belajar bisa memengaruhi kebiasaan tidurnya? Para pelajar visual memiliki karakteristik unik dalam mengonsumsi informasi. Mereka lebih mudah menyerap pengetahuan melalui gambar dan sajian visual.

Ketika malam tiba, pikiran mereka masih haus akan rangsangan visual, sehingga menyalakan televisi atau perangkat elektronik menjadi cara untuk menenangkan diri.

Pergerakan gambar dan perubahan cahaya pada layar membantu otak mereka berangsur-angsur mereda dan akhirnya terlelap.

2. Kebutuhan akan derau kebisingan

Kesunyian kerap terasa mencekam bagi sebagian orang. Ketika keheningan menyelimuti ruangan, pikiran mulai melanglang buana, membuat tidur semakin sulit dijemput. Untuk mengatasi hal ini, mereka menciptakan soundtrack pribadinya sendiri.

Suara lembut musik atau bunyi alam seperti gemerisik daun atau deburan ombak menjadi pengantar menuju alam mimpi.

Ilmu perilaku manusia menjelaskan bahwa ini merupakan mekanisme meredakan diri, di mana derau latar belakang mengalihkan perhatian dari kekhawatiran dan stres yang menghantui.

3. Kebutuhan kognisi yang tinggi

Individu dengan kebutuhan kognitif tinggi memiliki kegemaran tersendiri dalam menyambut tidur. Mereka adalah sosok yang gemar berpikir, senang memecahkan masalah, dan selalu haus akan tantangan mental.

Sebuah penelitian menarik mengungkapkan bahwa mereka cenderung tetap ingin terlibat dalam aktivitas yang membutuhkan upaya berpikir, bahkan saat waktu istirahat.

Tayangan dokumenter atau podcast ringan menjadi pilihan untuk menemani mereka menuju alam mimpi, seolah otak mereka masih haus akan informasi dan stimulasi.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore