Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 November 2024 | 21.08 WIB

Kenali 10 Mitos dan Fakta Seputar Jerawat: Pahami Perawatan yang Tepat untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Ilustrasi seseorang yang wajahnya berjerawat. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang wajahnya berjerawat. (Freepik)

JawaPos.com – Jerawat tidak hanya menjadi masalah remaja. Pada usia dewasa, jerawat tetap menjadi isu yang sering menimbulkan salah paham, mulai dari penyebab hingga cara penanganannya.

Jerawat adalah kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya komedo, papula, atau pustula. Faktor utama pemicunya melibatkan produksi minyak berlebih, bakteri, dan sumbatan pori-pori.

Pemahaman tentang mitos dan fakta jerawat dapat membantu menemukan solusi yang tepat. Dengan informasi yang benar, risiko penanganan yang salah bisa diminimalkan.

Berikut 10 mitos dan fakta jerawat dengan perawatan yang tepat untuk menjaga kesehatan kulit, dilansir dari laman Webmd, Jumat (22/11):

1. Mitos: Jerawat hanya dialami remaja

Jerawat sering dianggap hanya terjadi selama masa pubertas. Faktanya, banyak orang dewasa tetap mengalami jerawat hingga usia 40-an atau 50-an.

Fakta: Orang dewasa juga berjerawat. Jerawat pada orang dewasa sering muncul di area dagu dan rahang. Penyebabnya melibatkan hormon, stres, dan produk perawatan kulit yang tidak sesuai.

Meski berbeda dari jerawat remaja, kondisi ini tetap membutuhkan perhatian. Konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu penanganannya.

2. Mitos: Makan cokelat menyebabkan jerawat

Cokelat kerap disalahkan sebagai pemicu jerawat. Namun, penelitian tidak menemukan hubungan langsung antara konsumsi cokelat dan jerawat.

Fakta: Hubungan belum terbukti jelas. Diet tertentu bisa mempengaruhi sebagian orang, terutama makanan tinggi gula atau susu. Tetapi dampaknya tidak sama pada setiap individu.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami kaitan ini. Sebaiknya, tetap konsumsi makanan seimbang tanpa menghindari satu jenis tertentu tanpa alasan medis.

3. Mitos: Stres adalah penyebab utama jerawat

Stres sering disebut sebagai penyebab jerawat. Walaupun berpengaruh, stres bukan satu-satunya faktor yang memicu jerawat.

Fakta: Pengaruhnya bersifat tidak langsung. Stres dapat memicu peningkatan hormon kortisol yang mempengaruhi kulit. Namun, perawatan kulit tetap menjadi faktor penting untuk mencegah jerawat.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore