
Ilustrasi parenting. (pexels.com)
JawaPos.com - Membentuk anak menjadi disiplin adalah tujuan banyak orang tua, tetapi sering kali tantangannya tidak mudah.
Disiplin bukan berarti membuat anak takut atau terlalu kaku dalam aturan; sebaliknya, disiplin bertujuan untuk membantu anak memahami tanggung jawab, mengatur emosi, dan membuat keputusan yang bijak.
Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa tips parenting tentang cara menciptakan anak yang disiplin dengan pendekatan yang lembut namun efektif.
Dilansir dari laman India Today pada Minggu (10/11), berikut adalah tujuh cara yang bisa Anda coba.
Saat anak melakukan kesalahan, mungkin naluri pertama Anda ingin langsung memarahinya. Namun, bereaksi terlalu keras bisa membuat anak merasa takut atau tertekan, dan ini malah dapat merusak komunikasi.
Cobalah untuk menahan emosi dan koreksi kesalahannya dengan tenang. Sampaikan apa yang salah, mengapa itu salah, dan bagaimana sebaiknya. Dengan cara ini, anak akan lebih memahami batasan tanpa merasa tersudut.
Disiplin tidak hanya soal mengoreksi kesalahan, tapi juga soal memperkuat perilaku yang baik. Ketika anak menunjukkan sikap atau perilaku yang positif, seperti berbagi mainan atau membereskan mainannya sendiri, berikan pujian.
Ini akan membuatnya merasa dihargai dan lebih termotivasi untuk mengulangi tindakan baik tersebut. Dengan memperhatikan sisi positif, Anda tidak hanya menciptakan anak yang disiplin tetapi juga anak yang percaya diri dan merasa dihargai.
Anak-anak butuh panduan yang jelas. Mereka akan kesulitan memahami apa yang diharapkan jika aturan atau harapan tersebut tidak pernah dijelaskan.
Saat menetapkan aturan, pastikan Anda menyampaikannya dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Misalnya, “Mainan harus dibereskan setelah bermain.”
Dengan begitu, anak tahu batasan yang ada, dan ini adalah salah satu cara penting dalam menciptakan anak yang disiplin.
Anak-anak belajar dari orang tuanya. Jadi, salah satu cara menciptakan anak yang disiplin adalah dengan menunjukkan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya, jika Anda meminta anak untuk tidak meninggalkan piring kotor di meja, pastikan Anda juga melakukan hal yang sama. Keteladanan adalah bentuk pembelajaran yang paling kuat bagi anak.
Melihat Anda bertindak disiplin akan mengajarkan bahwa disiplin adalah hal yang penting dan harus dilakukan oleh semua orang.
Anak-anak perlu memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Jika mereka melakukan sesuatu yang salah, berikan penjelasan tentang dampaknya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
