Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 November 2024 | 22.48 WIB

Cari Tahu Apakah Anda Memiliki Gangguan NPD: Ini Cara Mengenali Ciri-ciri Narsistik dalam Diri

Ilustrasi narsistik (freepik/gratispik) - Image

Ilustrasi narsistik (freepik/gratispik)

JawaPos.com - Meskipun hanya profesional kesehatan mental yang berkualifikasi yang dapat mendiagnosis seseorang dengan gangguan kepribadian narsistik (NPD), dalam hal menentukan apakah Anda atau seseorang yang Anda kenal adalah seorang narsistik, banyak orang membuatnya lebih rumit dari yang seharusnya.

Tidak ada tes darah, sinar X, atau pendekatan ilmiah pasti yang dapat mengidentifikasi apakah Anda, atau seseorang yang Anda kenal, memiliki NPD. Anda dapat mengetahui apakah seseorang narsistik dengan mencari tanda-tanda dalam perilaku, sikap, dan reaksinya terhadap orang lain.

Untuk dapat mengetahuinya, JawaPos.com telah melansir dari laman YourTango, Jumat (8/11), delapan tanda atau ciri-ciri yang bisa Anda jadikan rujukan untuk mengidentifikasi apakah Anda atau orang yang Anda kenal mengidap gangguan kepribadian ini.

1. Memiliki kebutuhan mendalam akan kesempurnaan dan kontrol

Orang narsistik memiliki kebutuhan yang sangat tinggi agar segala sesuatunya sempurna. Mereka percaya bahwa mereka harus sempurna, Anda harus sempurna, dan peristiwa harus terjadi persis seperti yang diharapkan, mereka menempatkan dirinya pada kondisi tidak puas karena tuntutan mereka akan kesempurnaan.

2. Merasa superior

Dunia seorang narsistik adalah baik atau buruk, superior atau inferior, dan benar atau salah, dan dalam dunia tersebut, seorang narsistik merasa superior. Orang narsistik harus menjadi yang terbaik, paling benar, dan paling kompeten, dengan tuntutan kesempurnaan, hal ini dapat menciptakan situasi di mana segala sesuatu harus dilakukan sesuai keinginan mereka.

3. Kurangnya rasa tanggung jawab, lebih suka menyalahkan dan mengalihkan perhatian pada orang lain

Meskipun narsistik ingin memegang kendali, mereka menghindari tanggung jawab atas hasil, kecuali semuanya berjalan sesuai keinginan mereka. Jika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana mereka atau mereka merasa dikritik atau kurang sempurna, narsistik akan menyalahkan orang lain.

Kadang-kadang kesalahan itu digeneralisasikan, sedangkan di waktu lain kesalahan diproyeksikan pada orang tertentu yang mereka yakini membatasi kemampuan mereka untuk melakukan apa yang ingin mereka lakukan, kapan dan bagaimana mereka ingin melakukannya.

4. Kurangnya empati

Narsistik memiliki kesulitan berempati dengan orang lain, mereka mungkin juga tidak memahami hakikat perasaan. Narsistik cenderung egois dan mementingkan diri sendiri dan biasanya tidak dapat memahami apa yang dirasakan orang lain.

Orang narsistik mengharapkan orang lain berpikir dan merasakan hal yang sama dengan mereka dan jarang memikirkan perasaan orang lain. Mereka juga jarang meminta maaf, menyesali perbuatannya, atau mengakui kesalahan.

5. Bersikeras bahwa segala sesuatu harus tentang diri mereka sendiri

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore