Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 November 2024 | 01.08 WIB

5 Perbedaan Seorang Memiliki Pemikiran Kritis dan Berpikiran Berlebihan, Mulai dari Segi Tujuan hingga Emosional

Ilustrasi orang lagi berpikir bersama (Freepik) - Image

Ilustrasi orang lagi berpikir bersama (Freepik)

JawaPos.com – Setiap insan tentu memiliki pola pikir dan cara berfikir yang berbeda-beda. Dari masa anak-anak hingga dewasa tentu setiap orang telah diajarkan agar bisa menjadi seseorang dengan memiliki pemikiran yang kritis.

Dengan begitu diharapkan mampu menyeimbangkan hingga membatasi sebuah sesuatu mana yang benar atau tidak. Namun, kerap kali sebagai manusia suka berfikiran yang berlebihan. Dalam artian suka takut akan kejadian yang belum terjadi.

Berikut lima perbedaan seseorang yang memiliki pemikiran kritis dengan orang yang suka berfikiran berlebihan seperti dikutip pada Hack Spirit.

1. Tujuan

Berpikir kritis: Memiliki tujuan yang jelas

Menurut para peneliti, pemikir kritis menggunakan beberapa teknik untuk memilih tindakan:

· Memahami hubungan antar ide

· Menentukan relevansi ide

· Mengidentifikasi kesalahan dalam penalaran

· Membenarkan asumsi, nilai, dan keyakinan

· Mengakui keterbatasan pribadi

· Menggunakan bukti untuk membuat keputusan

· Mendengarkan secara aktif

Berpikir berlebihan: Tidak memiliki tujuan jelas

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore