Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Oktober 2024 | 22.34 WIB

Orang yang Terlalu Mengkompensasi Kesalahan Masa Lalu Mereka Biasanya Menampilkan 9 Perilaku Ini, Apa Saja?

ilustrasi seseorang yang terlalu mengkompensasi kesalahan masa lalu /Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi seseorang yang terlalu mengkompensasi kesalahan masa lalu /Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Masa lalu, dengan segala keputusan yang telah diambil dan kesalahan yang telah dilakukan, sering menjadi cermin bagi seseorang untuk berintrospeksi.

Bagi sebagian orang, refleksi ini berkembang menjadi motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Namun, ada pula yang terjebak dalam upaya kompensasi berlebihan terhadap kesalahan masa lalu mereka.

Orang yang terlalu mengkompensasi kesalahan ini biasanya memiliki beberapa perilaku yang menjadi ciri khas, sebagai upaya untuk "menebus" kesalahan atau kekurangan di masa lalu.

Dilansir dari Geediting pada Kamis (31/10), terdapat sembilan perilaku yang sering ditampilkan oleh mereka yang terlalu berusaha mengkompensasi kesalahan masa lalunya:

1. Perfeksionis Ekstrem

Orang yang ingin mengkompensasi kesalahan masa lalunya cenderung memiliki standar yang sangat tinggi terhadap diri sendiri, bahkan cenderung ke arah perfeksionisme ekstrem.

Setiap tugas, keputusan, atau tindakan harus sempurna di mata mereka. Hal ini sering terjadi sebagai upaya untuk “menghindari” kesalahan yang sama atau menghapus jejak kesalahan sebelumnya.

Perfeksionisme ini bisa jadi sangat melelahkan, karena mereka jarang merasa puas dengan hasil akhirnya dan selalu mengkhawatirkan kekurangan sekecil apa pun.

2. Sikap Over-Pleasing atau Terlalu Menyenangkan Orang Lain

Sering kali, seseorang yang merasa bersalah atau memiliki kesalahan di masa lalu akan mencoba menyenangkan semua orang di sekitarnya sebagai kompensasi.

Mereka bisa menjadi sangat perhatian, ramah, bahkan sulit mengatakan “tidak” pada permintaan orang lain.

Sayangnya, upaya ini sering kali tidak didasari keinginan murni untuk membantu, melainkan kebutuhan untuk “menghapus” persepsi buruk orang lain tentang mereka.

3. Kecenderungan Mempermalukan Diri Sendiri atau Merendahkan Diri

Orang yang merasa harus menebus kesalahan masa lalunya kerap merendahkan diri atau berlebihan dalam memperlihatkan sisi negatifnya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore