Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Oktober 2024 | 22.03 WIB

Kontroversi Psikologi, Dampak Buruk dari Meditasi Mindfulness terhadap Kondisi Kesehatan Mental Seseorang

Ilustrasi orang melakukan meditasi mindfulness tetapi berdampak buruk. (Pexels) - Image

Ilustrasi orang melakukan meditasi mindfulness tetapi berdampak buruk. (Pexels)

JawaPos.com - Isu kesehatan mental masih dipandang sebelah mata oleh kalangan luas pada masa lalu. Secara umum, pada masa lalu orang cenderung mengutamakan kesehatan fisik. Ini adalah akibat dari sudut pandang dikotomis terhadap tubuh manusia.

Namun, dewasa ini kesehatan mental telah telah beralih menjadi isu dan perhatian pada kalangan masyarakat umum. Secara perlahan, orang-orang sudah mulai mengembangkan sudut pandang holistik tentang tubuh dan kesehatan manusia.

Sebagian besar orang mulai meyakini bahwa kondisi kesehatan mental yang baik maka akan berdampak baik terhadap kesehatan fisik manusia. Oleh sebab itu, orang mulai mencari cara menjaga kesehatan mental atau solusi untuk melepaskan depresi demi keseimbangan antara mental dan fisik.

Salah satu solusi untuk masalah kesehatan mental adalah mindfulness. Secara sederhana, mindfulness adalah kemampuan dasar manusia untuk hadir sepenuhnya, menyadari keberadaannya dan pekerjaan yang sedang dilakukan, serta bersikap tidak terlalu reaktif atau kewalahan dengan peristiwa atau kejadian yang ada di sekitar kita, dikutip dari mindful.org.

Metode mindfulness dan jenis meditasi lainnya dinilai oleh orang banyak sebagai pereda stres yang sederhana, tetapi memiliki dampak buruk terhadap kesehatan mental seseorang, khususnya yang sedang dalam masalah stres atau depresi.

"Mindfulness dan jenis meditasi lainnya biasanya dipandang sebagai pereda stres yang sederhana - tetapi terkadang dapat membuat orang menjadi lebih buruk," dikutip dari newscientist.com.

Ada sekitar 12 orang yang mencoba meditasi mengalami dampak buruk yang tak diinginkan seperti, depresi atau kecemasan untuk pertama kalinya. Miguel Farias dari Coventry University, Inggris, mengatakan bahwa meditasi atau mindfulness berdampak baik pada beberapa orang, tetapi bukan berarti metode ini memiliki manfaat secara umum dan universal.

"Bagi kebanyakan orang, meditasi bekerja dengan baik tetapi tidak diragukan lagi telah terlalu dibesar-besarkan dan tidak secara universal bermanfaat," kata Miguel Farias dari Coventry University, Inggris, dikutip dari newscientist.com.

Mindfulness merupakan salah satu jenis meditasi dan paling populer di antara jenis meditasi lainnya. Melalui metode mindfulness seseorang didorong untuk berpusat pada pikiran dan perasaannya sendiri atau sensasi eksternal. Metode ini direkomendasikan oleh National Health Service Bodies, Inggris sebagai langkah mengurangi kekambuhan depresi pada orang yang telah mengalami kondisi tersebut beberapa kali.

Antusiasme terhadap meditasi mindfulness adalah dampak dari meningkatnya kesadaran terhadap dampak buruk dari obat antidepresan seperti kecanduan. Namun, bukan berarti mindfulness tidak memiliki dampak buruk. Ada laporan bahwa beberapa orang yang mengalami kesehatan mental yang lebih buruk setelah memulai meditasi, tetapi belum jelas seberapa sering terjadi.

"Ada beberapa laporan tentang orang-orang yang mengalami kesehatan mental yang lebih buruk setelah memulai meditasi, tetapi tidak jelas seberapa sering hal ini terjadi," dikutip dari newscientist.com.

Tim Farias melacak dampak buruk dari mindfulness melalui jurnal-jurnal medis dan menemukan 55 penelitian yang relevan. Mereka menemukan bahwa sekitar 8 orang yang mencoba meditasi mengalami dampak buruk yang tak diinginkan.

"Orang-orang telah mengalami apa saja, mulai dari peningkatan kecemasan hingga serangan panik," kata Farias.

Mereka juga menemukan adanya kasus psikosis atau pikiran untuk bunuh diri. Angka 8 persen mungkin terlalu rendah, karena banyak penelitian tentang meditasi hanya mencatat dampak negatif yang serius atau tidak mencatatnya sama sekali.

Katie Sparks, psikolog yang disewa oleh dan anggota British Psychological Society mengatakan bahwa angka tersebut bisa saja didorong oleh orang-orang yang mencoba meditasi mindfulness karena kecemasan atau depresi yang tidak terdiagnosis secara medis.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore