
Orang-orang yang mengandalkan media sosial untuk validasi biasanya menampilkan 8 perilaku ini.
JawaPos.com - Beberapa orang memiliki kebiasaan untuk selalu online di media sosial dan sulit untuk melewatkannya.
Mulai dari mengupload foto-foto yang difilter dengan sempurna, pembaruan terus-menerus, dan orang-orang yang dengan cemas menunggu suka dan komentar dari khalayak.
Ini lebih dari sekadar berbagi momen, ini tentang mencari persetujuan. Bagi banyak orang, lingkaran validasi tanpa akhir ini menjadi hal yang lumrah, dan mereka bahkan tidak menyadari hal itu terjadi.
Media sosial punya cara licik untuk membuat kita haus perhatian, dan keinginan itu bisa membentuk perilaku kita dengan cara yang tidak sepenuhnya kita sadari.
Dalam artikel yang dikutip dari geediting.com, Senin (21/10) ini, kita akan mengungkap 8 perilaku halus namun nyata yang ditunjukkan orang saat mereka mengandalkan media sosial untuk validasi.
Kebiasaan-kebiasaan ini mungkin tampak normal pada pandangan pertama, tetapi kebiasaan-kebiasaan ini menandakan ketergantungan yang lebih dalam pada persetujuan eksternal.
1. Posting berlebihan
Di dunia media sosial, konten adalah segalanya. Semakin banyak Anda memposting, semakin banyak pula keterlibatan yang berpotensi Anda hasilkan.
Tetapi bagi mereka yang sangat bergantung pada media sosial untuk validasi, tindakan berbagi ini menjadi ritual harian, bahkan setiap jam.
Orang-orang ini merasa perlu mendokumentasikan setiap aspek kehidupan mereka, mulai dari makanan hingga latihan mereka, perjalanan mereka, dan bahkan momen paling pribadi mereka.
Kebiasaan buruk ini menjadi cara bagi mereka untuk mencari kepastian dan penegasan dari komunitas daring mereka.
Ironisnya, meskipun mereka mungkin menerima validasi yang mereka idamkan dalam bentuk suka dan komentar, perilaku ini juga dapat menyebabkan semacam ketergantungan.
Harga diri mereka terikat pada respons yang mereka dapatkan di media sosial, dan tidak menerima cukup keterlibatan dapat mengakibatkan perasaan tidak mampu .
2. Obsesi dengan metrik
Di era digital modern saat ini, platform media sosial telah memberi kita cara unik untuk mengukur popularitas kita, melalui like, share, komentar, dan pengikut.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
