Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Oktober 2024 | 02.51 WIB

Orang-orang yang Mengandalkan Media Sosial untuk Validasi, Biasanya Menampilkan 8 Perilaku Ini Tanpa Disadari

Orang-orang yang mengandalkan media sosial untuk validasi biasanya menampilkan 8 perilaku ini. - Image

Orang-orang yang mengandalkan media sosial untuk validasi biasanya menampilkan 8 perilaku ini.

JawaPos.com - Beberapa orang memiliki kebiasaan untuk selalu online di media sosial dan sulit untuk melewatkannya.

Mulai dari mengupload foto-foto yang difilter dengan sempurna, pembaruan terus-menerus, dan orang-orang yang dengan cemas menunggu suka dan komentar dari khalayak.

Ini lebih dari sekadar berbagi momen, ini tentang mencari persetujuan. Bagi banyak orang, lingkaran validasi tanpa akhir ini menjadi hal yang lumrah, dan mereka bahkan tidak menyadari hal itu terjadi.

Media sosial punya cara licik untuk membuat kita haus perhatian, dan keinginan itu bisa membentuk perilaku kita dengan cara yang tidak sepenuhnya kita sadari.

Dalam artikel yang dikutip dari geediting.com, Senin (21/10) ini, kita akan mengungkap 8 perilaku halus namun nyata yang ditunjukkan orang saat mereka mengandalkan media sosial untuk validasi.

Kebiasaan-kebiasaan ini mungkin tampak normal pada pandangan pertama, tetapi kebiasaan-kebiasaan ini menandakan ketergantungan yang lebih dalam pada persetujuan eksternal.

1. Posting berlebihan

Di dunia media sosial, konten adalah segalanya. Semakin banyak Anda memposting, semakin banyak pula keterlibatan yang berpotensi Anda hasilkan.

Tetapi bagi mereka yang sangat bergantung pada media sosial untuk validasi, tindakan berbagi ini menjadi ritual harian, bahkan setiap jam.

Orang-orang ini merasa perlu mendokumentasikan setiap aspek kehidupan mereka, mulai dari makanan hingga latihan mereka, perjalanan mereka, dan bahkan momen paling pribadi mereka.

Kebiasaan buruk ini menjadi cara bagi mereka untuk mencari kepastian dan penegasan dari komunitas daring mereka.

Ironisnya, meskipun mereka mungkin menerima validasi yang mereka idamkan dalam bentuk suka dan komentar, perilaku ini juga dapat menyebabkan semacam ketergantungan.

Harga diri mereka terikat pada respons yang mereka dapatkan di media sosial, dan tidak menerima cukup keterlibatan dapat mengakibatkan perasaan tidak mampu .

2. Obsesi dengan metrik

Di era digital modern saat ini, platform media sosial telah memberi kita cara unik untuk mengukur popularitas kita, melalui like, share, komentar, dan pengikut.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore