
seseorang yang tidak disukai karena perilaku di media sosial / foto: Magnific/benzoix
JawaPos.com - Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan modern. Melalui platform digital, seseorang dapat membangun citra diri, menjalin relasi, hingga memperluas jaringan profesional. Namun, apa yang kita unggah di media sosial ternyata tidak hanya memengaruhi bagaimana orang melihat kita secara online, tetapi juga bagaimana mereka menilai kita di dunia nyata.
Berbagai penelitian psikologi sosial menunjukkan bahwa orang sering menggunakan informasi yang tersedia di media sosial untuk membentuk kesan pertama terhadap seseorang. Bahkan sebelum bertemu secara langsung, banyak orang sudah memiliki persepsi tertentu berdasarkan aktivitas digital yang mereka lihat.
Menariknya, ada beberapa perilaku di media sosial yang tanpa disadari dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman, kehilangan respek, atau bahkan kurang menyukai kita.
Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (5/6), terdapat tujuh perilaku yang menurut prinsip-prinsip psikologi sosial berpotensi menimbulkan kesan negatif di kehidupan nyata.
1. Terlalu Sering Membanggakan Diri
Membagikan pencapaian tentu bukan hal yang salah. Namun, ketika hampir setiap unggahan berisi keberhasilan, kemewahan, atau pujian terhadap diri sendiri, orang lain bisa mulai melihatnya sebagai bentuk kesombongan.
Dalam psikologi, fenomena ini berkaitan dengan konsep self-enhancement, yaitu kecenderungan seseorang menampilkan dirinya secara berlebihan agar terlihat lebih unggul. Masalahnya, orang cenderung lebih menyukai individu yang percaya diri tetapi tetap rendah hati.
Ketika seseorang terus-menerus memamerkan pencapaian tanpa menunjukkan sisi manusiawinya, audiens dapat merasa bahwa ia hanya mencari validasi atau ingin dianggap lebih baik daripada orang lain.
Akibatnya, alih-alih dikagumi, ia justru dianggap arogan.
2. Sering Mengeluh dan Menyebarkan Energi Negatif
Setiap orang memiliki masalah dan sesekali mencurahkan perasaan di media sosial adalah hal yang wajar. Namun, jika hampir setiap unggahan berisi keluhan, kemarahan, atau kekecewaan, orang lain bisa mengalami apa yang disebut sebagai emotional contagion atau penularan emosi.
Psikologi menunjukkan bahwa emosi dapat menyebar melalui interaksi sosial, termasuk melalui media digital. Karena itu, orang cenderung menghindari sumber emosi negatif yang terus-menerus.
Mereka mungkin mulai merasa lelah secara emosional ketika melihat akun yang isinya hanya keluhan, kritik, atau drama tanpa henti.
Dalam jangka panjang, citra yang terbentuk adalah seseorang yang pesimis dan sulit menikmati hidup.
3. Terlalu Mencari Perhatian dan Validasi

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
