Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Juni 2026 | 03.11 WIB

7 Perilaku di Media Sosial yang Membuat Orang Cepat Tidak Menyukai Anda di Kehidupan Nyata Menurut Psikologi

seseorang yang tidak disukai karena perilaku di media sosial / foto: Magnific/benzoix - Image

seseorang yang tidak disukai karena perilaku di media sosial / foto: Magnific/benzoix

JawaPos.com - Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan modern. Melalui platform digital, seseorang dapat membangun citra diri, menjalin relasi, hingga memperluas jaringan profesional. Namun, apa yang kita unggah di media sosial ternyata tidak hanya memengaruhi bagaimana orang melihat kita secara online, tetapi juga bagaimana mereka menilai kita di dunia nyata.

Berbagai penelitian psikologi sosial menunjukkan bahwa orang sering menggunakan informasi yang tersedia di media sosial untuk membentuk kesan pertama terhadap seseorang. Bahkan sebelum bertemu secara langsung, banyak orang sudah memiliki persepsi tertentu berdasarkan aktivitas digital yang mereka lihat.

Menariknya, ada beberapa perilaku di media sosial yang tanpa disadari dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman, kehilangan respek, atau bahkan kurang menyukai kita.

Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (5/6), terdapat tujuh perilaku yang menurut prinsip-prinsip psikologi sosial berpotensi menimbulkan kesan negatif di kehidupan nyata.

1. Terlalu Sering Membanggakan Diri

Membagikan pencapaian tentu bukan hal yang salah. Namun, ketika hampir setiap unggahan berisi keberhasilan, kemewahan, atau pujian terhadap diri sendiri, orang lain bisa mulai melihatnya sebagai bentuk kesombongan.

Dalam psikologi, fenomena ini berkaitan dengan konsep self-enhancement, yaitu kecenderungan seseorang menampilkan dirinya secara berlebihan agar terlihat lebih unggul. Masalahnya, orang cenderung lebih menyukai individu yang percaya diri tetapi tetap rendah hati.

Ketika seseorang terus-menerus memamerkan pencapaian tanpa menunjukkan sisi manusiawinya, audiens dapat merasa bahwa ia hanya mencari validasi atau ingin dianggap lebih baik daripada orang lain.

Akibatnya, alih-alih dikagumi, ia justru dianggap arogan.

2. Sering Mengeluh dan Menyebarkan Energi Negatif

Setiap orang memiliki masalah dan sesekali mencurahkan perasaan di media sosial adalah hal yang wajar. Namun, jika hampir setiap unggahan berisi keluhan, kemarahan, atau kekecewaan, orang lain bisa mengalami apa yang disebut sebagai emotional contagion atau penularan emosi.

Psikologi menunjukkan bahwa emosi dapat menyebar melalui interaksi sosial, termasuk melalui media digital. Karena itu, orang cenderung menghindari sumber emosi negatif yang terus-menerus.

Mereka mungkin mulai merasa lelah secara emosional ketika melihat akun yang isinya hanya keluhan, kritik, atau drama tanpa henti.

Dalam jangka panjang, citra yang terbentuk adalah seseorang yang pesimis dan sulit menikmati hidup.

3. Terlalu Mencari Perhatian dan Validasi

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore