
Kebiasaan yang membuat seseorang tetap cerdas dan pintar meskipun telah mencapai usia senja 60-an menurut Psikologi
JawaPos.com – Menurut Psikologi, ada beberapa kebiasaan yang bisa membantu kamu tetap cerdas dan pintar di usia 60-an. Seiring bertambahnya umur, penting untuk menjaga kebugaran mental agar tetap tajam dan berfungsi optimal.
Psikologi menunjukkan bahwa melakukan aktivitas tertentu secara konsisten dapat memperlambat penurunan fungsi kognitif dan mempertahankan kecerdasan di usia tua. Kebiasaan ini meliputi hal-hal seperti menjaga pola makan yang seimbang, terus belajar hal baru, dan menjaga koneksi sosial.
Untuk lengkapnya, sebagaimana yang dikutip dari Hack Spirit pada Minggu (20/10), dijelaskan bahwa terdapat delapan kebiasaan yang membuat seseorang tetap cerdas dan pintar meskipun telah mencapai usia senja 60-an menurut Psikologi.
1. Terus belajar sepanjang hayat
Orang-orang yang tetap tajam dan cerdik di usia senja memiliki satu kesamaan: mereka tidak pernah berhenti belajar. Mereka selalu haus akan pengetahuan baru, entah itu mempelajari bahasa asing atau menguasai alat musik.
Keingintahuan mereka tak pernah padam. Aktivitas pembelajaran ini bukan hanya menambah wawasan, tapi juga meningkatkan daya ingat dan ketangkasan mental. Dengan terus mengasah otak, mereka berhasil menunda penurunan fungsi kognitif.
2. Rutin berolahraga
Aktivitas fisik teratur tak hanya baik untuk tubuh, tapi juga untuk otak. Misalnya, berjalan cepat selama 30 menit setiap pagi dapat memberi manfaat luar biasa. Gerakan seperti jalan kaki, joging, atau yoga merangsang aliran darah yang meningkatkan fungsi otak.
Olahraga juga memicu pelepasan zat kimia di otak yang mendukung daya ingat dan pembelajaran. Dengan berkomitmen pada aktivitas fisik rutin, kamu bisa menjaga ketajaman dan kecepatan berpikir.
3. Pola makan sehat
Makanan yang kamu konsumsi sangat memengaruhi ketajaman mental. Mereka yang tetap gesit di usia senja biasanya menerapkan pola makan seimbang dan bergizi. Buah beri kaya akan antioksidan yang menunda penuaan otak dan meningkatkan memori.
Ikan seperti salmon, trout, dan sarden mengandung asam lemak omega-3 yang terkait dengan penurunan kadar beta-amiloid - protein yang membentuk gumpalan berbahaya di otak penderita Alzheimer. Untuk menjaga pikiran tetap tajam, pertimbangkan untuk menambahkan lebih banyak makanan penyokong otak ke dalam dietmu.
4. Interaksi sosial berkala
Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial. Interaksi rutin dengan teman, keluarga, atau anggota komunitas dapat memberi dampak luar biasa bagi kesehatan mental dan kemampuan kognitif.
Mereka yang tetap tajam di usia 60-an ke atas seringkali memiliki kehidupan sosial yang kaya. Mereka terlibat dalam percakapan bermakna, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, dan memelihara hubungan yang kuat.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
