Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Oktober 2024 | 22.45 WIB

Mengenal Apa Itu Love Bombing: Teknik Manipulasi Mental dan Emosional yang Sering Terjadi Pada Hubungan Romantis

ilustrasi pemberian hadiah - Image

ilustrasi pemberian hadiah

JawaPos.com - Pernahkah Anda bertemu dengan seseorang yang selalu memberikan Anda hadiah atau perhatian yang tidak diperlukan atau dibutuhkan oleh Anda, lalu tiba-tiba orang tersebut meminta sesuatu atau jasa dari Anda? Hati-hati karena ini adalah salah satu bentuk manipulasi atau pelecehan psikologis bernama love bombing.

Dilansir dari Halodoc, love bombing adalah suatu metode melecehkan atau kekerasan psikologis dan emosional yang seseorang berikan secara berlebihan kepada Anda sebagai upaya memanipulasi untuk menjalin hubungan atau mendapatkan balasan yang tidak setimpal.

Contohnya, seseorang tiba-tiba menunjukkan rasa suka kepada kita dan memberikan hadiah, bantuan, serta perhatian yang berlebihan. Pada satu kasus, kita akan merasa bahwa orang ini sangat berjasa atau baik sekali kepada kita, sehingga kita menjadi ketergantungan dengan mereka. Di kasus lain, ketika kita menjauh, orang tersebut akan memaki-maki kita dan meminta balas jasa atas segala hal yang mereka lakukan atau berikan kepada kita.

Metode manipulasi ini sering dilakukan untuk mencari pasangan romantis atau mencari teman. Serta terkadang ini dilakukan secara tidak sengaja.

Love bombing sering kali dikaitkan dengan perilaku narsistik atau gangguan kepribadian narsistik, serta orang-orang yang memiliki kecemasan atas keterikatannya.

Pertanda dan tahap-tahap love bombing

Dilansir dari Psychology Today, berikut pertanda umum yang dapat kita temukan pada seseorang yang melakukan love bombing:

Memberikan hadiah yang berlebihan atau terlalu mewah pada awal hubungan

Memberikan pujian yang berlebihan atau tidak pas

Terlalu cepat menyatakan perasaan

Terlalu sering mengontak kita (mengirim chat atau telepon setiap saat)

Terlalu cepat berkomitmen (tiba-tiba membicarakan pernikahan)

Menunjukkan ketergantungan secara emosional terhadap kita dan meledak-ledak ketika tidak mendapatkan respon yang diinginkan.

Tidak mengacuhkan batasan yang dibentuk

Taktik ini digunakan untuk membuat korban merasa kewalahan atas segala tindakan yang pelaku lakukan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore