
Ilustrasi membandingkan diri sendiri dengan seseorang di medsos (pexels)
JawaPos.com - Kita hidup di era digital di mana media sosial menjadi bagian besar dari kehidupan sehari-hari. Banyak dari kita menggunakan platform ini untuk tetap terhubung dengan teman lama, mencari informasi, atau bahkan menemukan inspirasi. Namun, jika tidak digunakan dengan bijak, media sosial dapat dengan cepat berubah menjadi pedang bermata dua.
Alih-alih memanfaatkan media sosial untuk hal-hal positif, banyak orang justru terjebak dalam lingkaran perbandingan diri dengan kehidupan orang lain yang tampaknya sempurna di layar. Hal tersebut bisa merusak rasa percaya diri dan membuat kita meragukan pencapaian kita sendiri. Meskipun kita tahu bahwa membandingkan diri dengan orang lain di media sosial tidak sehat, menghindarinya sering kali lebih sulit dari yang kita bayangkan.
Membandingkan diri adalah sesuatu yang alami bagi manusia. Sejak zaman dulu, perbandingan sosial membantu kita menilai diri sendiri dan lingkungan kita. Dalam banyak kasus, ini bisa memberikan motivasi positif. Namun, ketika media sosial mempercepat dan memperbesar proses ini, perbandingan menjadi sesuatu yang merusak dan menyebabkan rasa iri atau ketidakpuasan. Jika Anda sering merasa terjebak dalam kebiasaan ini, dilansir dari laman Vogue India, Sabtu (5/10) berikut adalah beberapa langkah praktis yang dapat Anda ambil untuk menghentikan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di media sosial.
1. Ingatlah bahwa media sosial tidak selalu benar
Media sosial adalah tempat di mana orang menampilkan versi terbaik dari diri mereka sendiri. Anda hanya melihat sekilas momen-momen terbaik, bukan keseluruhan cerita. “Media sosial adalah potongan kecil dari sebuah momen, bukan kenyataan yang sepenuhnya tergambar,” kata Janelle S. Peifer, PhD, seorang psikolog klinis berlisensi. Jadi, jika Anda merasa minder atau iri melihat kesuksesan orang lain di media sosial, ingatlah bahwa yang Anda lihat hanyalah gambaran terpilih dan sering kali sudah diedit.
Ingatkan diri Anda bahwa tidak adil membandingkan kehidupan nyata Anda dengan citra yang dipoles di media sosial. Memahami ini akan membantu Anda memiliki penilaian yang lebih realistis tentang diri sendiri dan orang lain.
2. Catat kebiasaan Anda saat scrolling media sosial
Perhatikan kapan dan mengapa Anda cenderung menggunakan media sosial. Apakah Anda lebih sering membandingkan diri saat sedang merasa cemas atau depresi? Atau mungkin setelah hari yang produktif, Anda merasa lebih bisa menikmati media sosial?
Catat pola ini, baik dengan jurnal atau aplikasi pelacak suasana hati. Setelah Anda mengetahui kapan dan bagaimana Anda cenderung menggunakan media sosial, Anda dapat mulai mengubah perilaku Anda. Misalnya, matikan notifikasi di waktu-waktu tertentu atau hindari menggulir media sosial di pagi hari jika itu memengaruhi mood Anda sepanjang hari.
3. Hati-hati dengan siapa yang Anda ikuti
Akun-akun yang Anda ikuti di media sosial seharusnya membawa energi positif dalam hidup Anda. Jika ada akun yang secara konsisten membuat Anda merasa minder, cemas, atau meragukan diri, jangan ragu untuk menyembunyikan atau berhenti mengikutinya.
Bangun komunitas online Anda dengan cara yang sama seperti Anda memilih teman di kehidupan nyata. Ikuti orang-orang yang memberikan dampak positif, yang inspiratif, dan membantu Anda merasa lebih baik tentang diri sendiri.
4. Investasi pada hubungan yang nyata
Perbandingan diri juga terjadi di dunia nyata, tapi di kehidupan offline, informasi yang kita terima lebih lengkap dan penuh konteks. Anda bisa berinteraksi langsung, berbicara dengan orang-orang yang Anda percayai, dan mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang situasi mereka.
Hubungan nyata memiliki manfaat yang jelas dalam meningkatkan suasana hati dan membantu Anda menghadapi stres sehari-hari. Ketika hubungan nyata Anda kuat, tekanan dari media sosial tidak akan terlalu terasa.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
