Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Oktober 2024 | 13.40 WIB

7 Tips Mengatasi Kebingungan saat Memulai Hubungan Baru Setelah Lama Menyendiri

Ilustrasi kembali pacaran setelah lama menyendiri. (Pexels/Vija Rindo Pratama) - Image

Ilustrasi kembali pacaran setelah lama menyendiri. (Pexels/Vija Rindo Pratama)

JawaPos.com - Memulai hubungan lagi setelah sekian lama melajang bisa terasa aneh. Mungkin rasanya, satu menit Anda masih punya teman untuk mengobrol setiap malam, dan di menit berikutnya, Anda menyadari betapa sepinya isi obrolan pesan sekarang karena tidak ada yang menghubungi Anda lagi. Sampai-Sampai kemampuan flirting mungkin sedikit memudar.

Melewati masa putus cinta memang sulit, dan meskipun rasa sedihnya sudah berlalu, masih ada tantangan lain yang muncul saat kembali berkencan, kata Patrice Le Goy, PhD, LMFT, seorang terapis pasangan di Los Angeles.

"Anda mungkin merasa tidak percaya diri tentang bagaimana kencan bekerja atau takut untuk dekat dengan orang baru. Rasanya juga bisa canggung, atau seperti 'selingkuh,' ketika Anda berbagi atau melakukan sesuatu dengan seseorang yang baru setelah bertahun-tahun tidak berhubungan," jelas Dr. Le Goy dikutip dari laman Vogue India, Kamis (3/10).

Namun, saat Anda akhirnya merasa siap, bahkan antusias untuk kembali berkencan dan menjelajahi pilihan Anda, beberapa tips ini bisa membuat transisi terasa lebih alami (dan jauh lebih tidak menakutkan). Dilansir dari laman Vogue India berikut adalah cara mempelajari kembali cara berkencan setelah lama melajang:

1. Pastikan Anda benar-benar siap untuk berkencan lagi

Mendaftar aplikasi kencan hanya untuk membuat mantan cemburu atau untuk menghindari tidur sendirian mungkin bukan ide yang bagus. Ketika Anda termotivasi oleh balas dendam atau takut kesepian (bukan ketertarikan yang tulus), sulit sekali untuk benar-benar siap secara emosional, yang penting jika Anda serius ingin move on atau hanya sekedar bersenang-senang.

Jadi, sebelum Anda mulai menggeser kanan atau setuju untuk blind date dengan rekan kerja saudara Anda, cek diri sendiri untuk memastikan Anda benar-benar siap kembali berkencan atau tidak. "Beberapa tanda termasuk tidak merasa perlu untuk terus-menerus mendiskusikan dan menganalisis hubungan sebelumnya," kata Dr. Le Goy. "Ini menunjukkan bahwa Anda tidak menyimpan dendam atau penyesalan yang bisa terbawa ke hubungan baru."

2. Anggap kencan sebagai kesempatan belajar, bukan sekadar cara menggantikan mantan

Ada anggapan umum bahwa kencan hanya soal mencari pasangan baru atau sekadar teman kencan untuk bersenang-senang. Namun, Anda masih bisa mendapatkan pengalaman lain.

Alih-alih punya tujuan akhir yang spesifik, Gabriela Reyes, LMFT, seorang terapis pasangan di Coral Gables Counseling Center, Coral Gables menyarankan perubahan perspektif: “Membuka diri untuk berkencan bisa membawa Anda ke pola pikir, ‘Saya akan bertemu orang-orang keren. Beberapa dari mereka akan jadi cerita lucu untuk diceritakan kepada teman nanti, dan mungkin salah satunya akan jadi cinta berikutnya, dan saya baik-baik saja dengan kedua hal itu,'” katanya.

3. Mulailah dengan aktivitas kencan ringan yang bisa Anda nikmati sendirian

Kecuali jika Anda seorang kritikus kuliner, restoran Prancis mewah mungkin bukan tempat terbaik untuk merasa santai dengan seseorang yang pada dasarnya masih asing. "Kencan pertama tidak harus mewah atau di luar zona nyaman," kata Reyes.

Jika Anda seorang pecinta buku, mungkin lebih baik mengobrol sambil minum teh di kafe toko buku favorit. Berada di tempat yang sudah dikenal bisa membantu Anda merasa lebih nyaman dalam pengalaman yang baru dan tidak pasti.

4. Jangan biarkan satu kencan buruk merusak kesenangan berkencan yang lainnya

Meskipun Anda sudah sangat teliti dalam mendeteksi tanda-tanda bahaya, tetap ada kemungkinan Anda mengalami setidaknya satu kencan yang buruk. Tapi, jangan langsung menyerah. “Cobalah untuk mengenali bahwa ada orang-orang yang benar-benar menyenangkan di luar sana—dan ada juga yang buruk,” kata Reyes. Memahami bahwa tidak setiap pertemuan akan sempurna bisa membantu mengatur ekspektasi dan mencegah kekecewaan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore