Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Oktober 2024 | 01.31 WIB

Orang yang Kesulitan Mengambil Tanggung Jawab dalam Hubungan Biasanya Punya 7 Perilaku Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi perilaku seseorang yang kesulitan mengemban tanggung jawab dalam suatu hubungan menurut Psikologi - Image

Ilustrasi perilaku seseorang yang kesulitan mengemban tanggung jawab dalam suatu hubungan menurut Psikologi

JawaPos.com – Dalam sebuah hubungan, mengambil tanggung jawab adalah hal penting untuk menjaga keseimbangan dan kepercayaan berdasarkan Psikologi. Namun, tidak semua orang mampu melakukannya.

Menurut Psikologi, ada perilaku tertentu yang menunjukkan bahwa seseorang kesulitan mengambil tanggung jawab dalam hubungan. Tindakan tersebut sering kali terlihat dari kecenderungan menghindar, menyalahkan orang lain, atau bahkan tidak mau mengakui kesalahan.

Memahami tanda-tanda ini bisa membantu kita mengevaluasi hubungan dan mengelola ekspektasi dengan lebih baik. Dinukil dari Hack Spirit pada Rabu (2/10), dijelaskan bahwa ada tujuh perilaku seseorang yang kesulitan mengemban tanggung jawab dalam suatu hubungan menurut Psikologi.

1. Mengalihkan kesalahan

Saat seseorang sulit menerima tanggung jawab dalam hubungan, mereka sering melakukan pengalihan kesalahan. Alih-alih mengakui kesalahan sendiri, mereka lebih suka menunjuk orang lain sebagai penyebab masalah.

Perilaku ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari tuduhan langsung hingga sindiran halus. Tujuannya tetap sama: menghindari tanggung jawab atas tindakan atau keputusan yang telah diambil.

2. Terlalu banyak meminta maaf

Menariknya, meminta maaf berlebihan juga bisa menjadi tanda seseorang kesulitan bertanggung jawab dalam hubungan. Meski terdengar kontradiktif, kebiasaan ini sebenarnya cara cepat menghindari pertanggungjawaban yang sebenarnya.

Dengan sering mengatakan “maaf” untuk hal-hal yang bukan tanggung jawabnya, orang tersebut mencoba menyelesaikan masalah tanpa benar-benar menghadapinya. Ini seperti mengatakan “Maaf kamu merasa begitu” alih-alih “Maaf aku menyakitimu” - yang pertama hanya mengakui perasaan orang lain, sementara yang kedua mengakui kesalahan diri sendiri.

3. Menghindari konfrontasi

Orang yang sulit bertanggung jawab dalam hubungan cenderung menghindari konfrontasi seperti api. Mereka melihat konfrontasi sebagai ancaman, bukan kesempatan untuk pertumbuhan.

Dengan menghindari konfrontasi, mereka berharap bisa lolos dari kewajiban mengakui kesalahan atau mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka. Sayangnya, strategi penghindaran ini hanya solusi sementara - cepat atau lambat, masalah yang tidak dihadapi akan muncul kembali, seringkali dalam bentuk yang lebih besar.

4. Menyangkal hal yang jelas

Perilaku lain yang sering muncul adalah penyangkalan terhadap hal-hal yang sudah jelas. Ini seperti orang yang berdiri di tengah hujan namun bersikeras bahwa dia tidak basah. Dalam hubungan, seseorang mungkin melakukan kesalahan yang sangat jelas, tapi tetap menyangkal, mengabaikan, atau meremehkannya.

Ini adalah taktik penghindaran, cara untuk mengelak dari tanggung jawab. Namun perlu diingat, penyangkalan hanya bisa menyembunyikan kenyataan untuk sementara; kebenaran selalu punya cara untuk terungkap.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore