
Ilustrasi perilaku seseorang yang kesulitan mengemban tanggung jawab dalam suatu hubungan menurut Psikologi
JawaPos.com – Dalam sebuah hubungan, mengambil tanggung jawab adalah hal penting untuk menjaga keseimbangan dan kepercayaan berdasarkan Psikologi. Namun, tidak semua orang mampu melakukannya.
Menurut Psikologi, ada perilaku tertentu yang menunjukkan bahwa seseorang kesulitan mengambil tanggung jawab dalam hubungan. Tindakan tersebut sering kali terlihat dari kecenderungan menghindar, menyalahkan orang lain, atau bahkan tidak mau mengakui kesalahan.
Memahami tanda-tanda ini bisa membantu kita mengevaluasi hubungan dan mengelola ekspektasi dengan lebih baik. Dinukil dari Hack Spirit pada Rabu (2/10), dijelaskan bahwa ada tujuh perilaku seseorang yang kesulitan mengemban tanggung jawab dalam suatu hubungan menurut Psikologi.
1. Mengalihkan kesalahan
Saat seseorang sulit menerima tanggung jawab dalam hubungan, mereka sering melakukan pengalihan kesalahan. Alih-alih mengakui kesalahan sendiri, mereka lebih suka menunjuk orang lain sebagai penyebab masalah.
Perilaku ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari tuduhan langsung hingga sindiran halus. Tujuannya tetap sama: menghindari tanggung jawab atas tindakan atau keputusan yang telah diambil.
2. Terlalu banyak meminta maaf
Menariknya, meminta maaf berlebihan juga bisa menjadi tanda seseorang kesulitan bertanggung jawab dalam hubungan. Meski terdengar kontradiktif, kebiasaan ini sebenarnya cara cepat menghindari pertanggungjawaban yang sebenarnya.
Dengan sering mengatakan “maaf” untuk hal-hal yang bukan tanggung jawabnya, orang tersebut mencoba menyelesaikan masalah tanpa benar-benar menghadapinya. Ini seperti mengatakan “Maaf kamu merasa begitu” alih-alih “Maaf aku menyakitimu” - yang pertama hanya mengakui perasaan orang lain, sementara yang kedua mengakui kesalahan diri sendiri.
3. Menghindari konfrontasi
Orang yang sulit bertanggung jawab dalam hubungan cenderung menghindari konfrontasi seperti api. Mereka melihat konfrontasi sebagai ancaman, bukan kesempatan untuk pertumbuhan.
Dengan menghindari konfrontasi, mereka berharap bisa lolos dari kewajiban mengakui kesalahan atau mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka. Sayangnya, strategi penghindaran ini hanya solusi sementara - cepat atau lambat, masalah yang tidak dihadapi akan muncul kembali, seringkali dalam bentuk yang lebih besar.
4. Menyangkal hal yang jelas
Perilaku lain yang sering muncul adalah penyangkalan terhadap hal-hal yang sudah jelas. Ini seperti orang yang berdiri di tengah hujan namun bersikeras bahwa dia tidak basah. Dalam hubungan, seseorang mungkin melakukan kesalahan yang sangat jelas, tapi tetap menyangkal, mengabaikan, atau meremehkannya.
Ini adalah taktik penghindaran, cara untuk mengelak dari tanggung jawab. Namun perlu diingat, penyangkalan hanya bisa menyembunyikan kenyataan untuk sementara; kebenaran selalu punya cara untuk terungkap.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
