Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Mei 2026 | 03.59 WIB

Orang yang Membutuhkan Keheningan untuk Berkonsentrasi Sering Kali Menunjukkan 7 Perilaku Ini Tanpa Menyadarinya Menurut Psikologi

seseorang yang membutuhkan keheningan total (Magnific/Frolopiaton Palm) - Image

seseorang yang membutuhkan keheningan total (Magnific/Frolopiaton Palm)

JawaPos.com - Di tengah dunia yang semakin bising, mulai dari notifikasi ponsel, suara kendaraan, percakapan di kantor, hingga musik yang diputar hampir di setiap tempat, kemampuan untuk fokus menjadi sesuatu yang semakin langka. Namun ada sebagian orang yang tampaknya memiliki kebutuhan berbeda dibanding kebanyakan orang lain. Mereka hanya bisa bekerja, belajar, atau berpikir dengan baik ketika suasana benar-benar tenang.

Bagi sebagian orang, sedikit suara latar justru membantu produktivitas. Musik instrumental, suara hujan, atau kafe yang ramai sering dianggap meningkatkan fokus. Tetapi bagi orang-orang tertentu, suara kecil seperti ketukan pena, televisi di ruangan sebelah, atau notifikasi singkat saja bisa langsung memecah konsentrasi.

Menurut psikologi, kebutuhan terhadap keheningan total bukan sekadar “terlalu sensitif” atau “sulit beradaptasi.” Dalam banyak kasus, hal ini berkaitan dengan cara otak memproses informasi, tingkat sensitivitas sensorik, kepribadian, hingga cara seseorang mengelola energi mental.

Menariknya, orang yang membutuhkan suasana sunyi untuk berkonsentrasi sering menunjukkan beberapa perilaku tertentu tanpa mereka sadari. Perilaku-perilaku ini terlihat sederhana, tetapi sebenarnya menggambarkan bagaimana pikiran mereka bekerja.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh perilaku yang sering muncul pada orang yang membutuhkan keheningan total untuk fokus menurut sudut pandang psikologi.

1. Mereka Mudah Terganggu oleh Suara Kecil yang Dianggap Sepele Orang Lain

Sebagian besar orang mungkin bisa mengabaikan suara kipas angin, percakapan samar, atau notifikasi singkat. Namun bagi individu yang sangat membutuhkan keheningan, suara-suara kecil tersebut justru terasa sangat dominan.

Dalam psikologi kognitif, hal ini berkaitan dengan selective attention atau kemampuan otak menyaring rangsangan. Beberapa orang memiliki sistem perhatian yang lebih sensitif sehingga otak mereka sulit mengabaikan stimulus di sekitar.

Akibatnya, mereka sering:

Menoleh ketika ada suara kecil.
Kehilangan alur berpikir hanya karena gangguan singkat.
Sulit kembali fokus setelah distraksi.
Merasa frustrasi ketika lingkungan terlalu ramai.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore